Serangan drone Ukraina gencar, produksi minyak Rusia hanya turun 3%
Jumat, 14 November 2025

JAKARTA - Data dan sejumlah sumber menunjukkan bahwa meski Ukraina melancarkan serangan drone terbesar mereka, produksi minyak Rusia sepanjang tahun ini hanya turun sekitar 3%.Kilang-kilang mampu menghindari penurunan tajam produksi bahan bakar dengan memanfaatkan kapasitas cadangan untuk menutupi kerusakan akibat serangan.Ukraina meningkatkan serangan drone ke wilayah Rusia dengan tujuan menghancurkan kilang dan depot minyak, melumpuhkan jaringan pipa, serta menekan sumber utama pendanaan Moskow untuk perang di Ukraina.Seperti dikutip dari reuters.com, sebagian besar serangan terjadi pada awal 2025 dan kembali meningkat pada Agustus.Sedikitnya 17 kilang besar menjadi target drone Ukraina, memaksa Rusia, eksportir minyak mentah terbesar kedua di dunia, menghentikan ekspor bahan bakar dan memperkuat sistem pertahanan drone.Berdasarkan perhitungan dari informasi tiga sumber Rusia, pada puncak gelombang serangan kedua antara Agustus dan Oktober, serangan dan pemeliharaan terjadwal membuat 20% kapasitas kilang Rusia terhenti.Namun, data menunjukkan bahwa hal itu hanya mengakibatkan penurunan sekitar 6% pada total volume pengolahan minyak Rusia menjadi sekitar 5,1 juta barel per hari, turun sekitar 300.000 barel.Dari Januari hingga Oktober, volume pengolahan minyak turun 3% menjadi 220 juta metrik ton (sekitar 5,2 juta barel per hari).Karena sensitivitas isu tersebut, para sumber berbicara dengan syarat anonim. Rusia tidak mempublikasikan data resmi mengenai pengolahan minyak, dan Kementerian Energi Rusia menolak memberikan komentar. Tidak ada rincian mengenai perbedaan antara pemeliharaan terjadwal dan tak terduga.
Seperti di beritakan IDNFinancials.com sebelumnya, Tiga sumber industri mengatakan kilang-kilang Rusia sebelumnya beroperasi jauh di bawah kapasitas penuh, sehingga mereka dapat meminimalkan dampak serangan dengan mengaktifkan kembali unit cadangan di kilang yang terdampak maupun tidak, serta mempercepat pengoperasian kembali unit yang telah diperbaiki.Total kapasitas pengolahan Rusia mencapai sekitar 6,6 juta barel per hari, namun sumber industri menyebut kapasitas itu jarang dimanfaatkan sepenuhnya.Kyiv mengklaim serangan drone bertujuan mengganggu pasokan bahan bakar untuk pasukan Rusia di Ukraina sekaligus menekan pendapatan minyak Moskow.Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan pendapatan Rusia dari penjualan minyak mentah dan produk minyak turun pada Agustus ke level terendah sejak perang dimulai pada 2022.Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy bulan lalu menyatakan bahwa serangan jarak jauh mungkin telah memangkas pasokan bensin Rusia hingga seperlima.Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Moskow tidak akan tunduk pada tekanan asing.Meski serangan drone belum melumpuhkan sistem kilang secara total, dampaknya tetap signifikan.Pada kuartal pertama tahun ini, enam kilang besar Rusia terkena serangan, termasuk Ryazan dan Volgograd.Menurut data dari Open Source Centre yang berbasis di Inggris, sejak awal Agustus sedikitnya 58 serangan drone ditujukan ke fasilitas energi Rusia, dengan beberapa drone menempuh jarak hingga 1.200 kilometer ke dalam wilayah Rusia. (DK)