Anthropic borong chip AI Google lewat utang jumbo US$36 miliar

Sabtu, 30 Mei 2026

image

WASHINGTON - Apollo Global Management dan Blackstone tengah mencari investor tambahan untuk mendukung pembiayaan utang sekitar US$36 miliar guna membantu Anthropic membangun infrastruktur AI mereka.

Dana jumbo tersebut akan dipakai membeli chip khusus milik Google yang dikenal sebagai TPU (tensor processing units), lalu disewakan kepada Anthropic, menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut. 

Seperti dikutip yahoofinance, Broadcom, yang membantu Google mengembangkan chip TPU, disebut memberikan jaminan pembayaran untuk sebagian terbesar transaksi.

Kesepakatan ini berpotensi menjadi salah satu transaksi kredit privat terbesar sepanjang sejarah sekaligus pembiayaan utang terbesar untuk sektor chip AI. 

Struktur transaksi tersebut memanfaatkan kualitas kredit Broadcom guna memberi Anthropic akses komputasi berskala besar, di tengah valuasi perusahaan yang kini melampaui rivalnya, OpenAI.

Saham Broadcom dan induk Google, Alphabet, menguat dalam perdagangan setelah jam bursa usai kabar itu muncul. Broadcom sempat naik hingga 1,9%, sementara Alphabet menguat sekitar 1,2%.

Pendanaan tersebut akan membantu pengembang chatbot Claude mempercepat pembangunan infrastruktur AI. 

Anthropic kini berlomba dengan OpenAI menuju penawaran saham perdana (IPO) di tengah derasnya arus investasi ke sektor kecerdasan buatan.

Apollo disebut sedang menjalankan proses sindikasi utang secara tertutup dengan mengundang investor tertentu untuk ikut membiayai transaksi. 

Apollo dan Blackstone berencana menjual sebagian utang kepada investor lain sambil tetap mempertahankan porsi signifikan di neraca mereka.

Investor diminta menyampaikan minat investasi pekan ini dan transaksi diperkirakan rampung pekan depan, meski detail akhir masih dapat berubah.

Anthropic juga baru mengumumkan perolehan pendanaan terpisah senilai US$65 miliar yang membuat valuasi perusahaan melonjak menjadi US$965 miliar, pertama kalinya melampaui valuasi OpenAI sebagai pembuat ChatGPT.

Lonjakan kebutuhan infrastruktur AI membuat perusahaan teknologi menggelontorkan miliaran dolar untuk pusat data dan chip komputasi. 

Meski pasar masih didominasi GPU milik Nvidia, Google mulai menjadi pesaing lewat TPU, sementara Broadcom dan perusahaan lain mengembangkan pendekatan berbeda.

Struktur pembiayaan yang digunakan melibatkan special-purpose vehicle (SPV) yang meminjam dana dan menerima investasi ekuitas untuk membeli chip, kemudian menyewakannya kepada pelanggan. 

Utang tersebut ditopang oleh pembayaran sewa dan nilai residual chip di masa depan.

Dalam transaksi ini, Anthropic berencana menggunakan chip TPU di fasilitas pusat data yang berada di New York, Texas, Louisiana, dan Indiana.

Karena Anthropic masih berstatus startup dan belum memiliki laba cukup besar untuk menopang utang jumbo tersebut, pembiayaan sangat bergantung pada profil kredit kuat Broadcom. Namun, struktur transaksi dirancang agar kedua perusahaan tetap terpisah secara hukum dan finansial.

Pendanaan itu terdiri atas sekitar US$6 miliar obligasi A1, US$25 miliar obligasi A2, dan US$4,5 miliar obligasi B. Obligasi A1 dan A2 memiliki prioritas pembayaran tertinggi dalam struktur utang.

Salah satu fitur utama transaksi adalah adanya dukungan “residual value support” dari Broadcom. 

Artinya, jika Anthropic gagal membayar sewa chip dalam periode tertentu, SPV akan menjual chip tersebut untuk melunasi investor utang. 

Bila hasil penjualan tidak mencukupi, Broadcom akan menutup kekurangannya sepenuhnya untuk investor A1 dan A2.

Skema ini membuat profil kredit obligasi A1 dan A2 setara dengan Broadcom yang memiliki peringkat investment grade, tanpa membebani neraca atau peringkat utang perusahaan tersebut secara langsung. (DK)