Filipina terima impor minyak Iran pertama pasca gangguan Hormuz

Sabtu, 30 Mei 2026

image

MANILA - Filipina telah menerima kargo minyak mentah Iran pertamanya, lapor Reuters pada Jumat dengan mengutip data pelacakan kapal dari Kpler dan Vortexa.

Sebuah kapal tipe Suezmax yang mampu mengangkut hingga 1 juta barel minyak mentah, yang berangkat dari Pulau Kharg, Iran pada akhir Maret, melakukan transfer muatan ship-to-ship di lepas pantai Singapura ke tanker lain. 

Seperti dikutip Oilprice, minyak tersebut kemudian dikirim ke kilang Bataan di Filipina pada pertengahan Mei, menurut data tersebut.

Pengiriman ini menjadi pasokan minyak Iran pertama yang diterima Filipina, salah satu negara Asia yang paling terdampak gangguan pasokan minyak terbesar di dunia.

Biro Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS pada pertengahan Maret mengeluarkan lisensi umum yang pada dasarnya mengizinkan impor minyak Iran hingga 19 April, selama muatan telah dimuat di kapal sebelum 20 Maret.

Negara-negara Asia Tenggara seperti Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam menjadi yang pertama merasakan kelangkaan bahan bakar setelah blokade Selat Hormuz memutus sebagian besar pasokan minyak dari Timur Tengah.

Filipina, yang sebelumnya mengandalkan 98% impor minyak dari Timur Tengah, telah mengumumkan status darurat energi nasional sejak pertengahan Maret.

Banyak negara di Asia Tenggara kini beralih ke pemasok alternatif, termasuk minyak Rusia, yang sementara diizinkan untuk dijual tanpa sanksi oleh Departemen Keuangan AS hingga pertengahan Juni, setelah beberapa kali perpanjangan pengecualian.

Selain itu, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berencana meratifikasi perjanjian keamanan minyak, kata Menteri Perdagangan Filipina Cristina Roque bulan lalu, di tengah tekanan krisis pasokan energi akibat perang di Timur Tengah.

Di tengah krisis bahan bakar, kelangkaan pasokan, kenaikan harga, dan inflasi yang meningkat, ASEAN akan meratifikasi pakta berbagi minyak untuk memperkuat ketahanan energi dan menghadapi guncangan di kawasan, ujar pejabat Filipina tersebut. (DK)