IHSG melemah ke 6.127, BBCA dan ASII jadi pemberat pekan ini

Sabtu, 30 Mei 2026

image

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan terakhir Mei 2026 dengan pelemahan sebesar 0,56% ke level 6.127,38.Berdasarkan data ringkasan Bursa Efek Indonesia, meskipun IHSG melemah, saham-saham sektor energi dan infrastruktur tertentu masih menjadi penguat utama yang menahan kejatuhan indeks.Dari sektor energi dan infrastruktur, emiten milik Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melonjak 34,69% dan menjadi penggerak terbesar dengan tambahan 31,36 basis poin terhadap indeks.Diikuti oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik 20,87% dan menambah 18,85 poin, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang berkontribusi 12,15 poin seiring kenaikan harga sahamnya sebesar 13,79%.Kemudian, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) turut memperkuat indeks dengan kontribusi masing-masing sebesar 11,48 poin dan 6,07 poin.Sebaliknya, tekanan paling besar terhadap IHSG datang dari saham-saham perbankan besar, otomotif, dan ritel konsumsi.Aksi jual oleh investor juga tercermin dari catatan net foreign sell yang mencapai Rp12,34 triliun sepanjang pekan ini.Sebagai contoh, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penekan terbesar IHSG dengan penurunan harga saham sebesar 3,39% yang mengurangi indeks hingga 18,74 poin.Diikuti oleh PT Astra International Tbk (ASII) yang menurunkan indeks sebesar 15,96 poin akibat pelemahan sahamnya sebesar 7,41%.Kemudian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), emiten ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT Pacific Strategic Invesco Tbk (APIC) juga turut menekan IHSG dengan kontribusi negatif masing-masing sebesar 15,68 poin, 10,53 poin, dan 6,04 poin.Sebagai informasi, di kawasan ASEAN, kinerja IHSG dengan penurunan 0,56% tercatat masih lebih tangguh dibandingkan bursa Asia Tenggara lainnya pekan ini.Pelemahan IHSG jauh lebih rendah dibanding bursa Filipina yang anjlok 3,23%, Malaysia terkoreksi 1,73%, Vietnam turun 0,72%, serta Singapura yang melemah 0,60%. (DK)