Rio Tinto ekspansi smelter aluminium rendah karbon US$1,5 miliar

Minggu, 31 Mei 2026

image

LONDON - Rio Tinto telah memulai ekspansi senilai US$1,5 miliar untuk smelter aluminium rendah karbon AP60 di Quebec. 

Seperti dikutip MINING, proyek ini memperkuat strategi perusahaan untuk memasok logam dengan emisi lebih rendah ke pasar otomotif, konstruksi, dan kemasan.

Ekspansi operasi Arvida akan menambah 96 pot AP60 baru, sehingga lebih dari tiga kali lipat kapasitas produksi aluminium primer tahunan.

Setelah beroperasi penuh pada 31 Desember, smelter tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 220.000 ton aluminium per tahun, meningkat sekitar 160.000 ton dari kapasitas sebelumnya.

CEO Aluminium dan Litium Rio Tinto, Jérôme Pécresse, menyatakan bahwa ekspansi ini meningkatkan daya saing perusahaan, memperkuat posisi pelanggan di Amerika Utara, serta meningkatkan efisiensi operasi di Quebec sambil mengurangi emisi karbon sekitar 290.000 ton per tahun dibandingkan smelter Arvida lama.

AP60 disebut sebagai salah satu teknologi peleburan aluminium beremisi terendah yang beroperasi secara komersial. 

Dengan tenaga hidroelektrik, proses ini menghasilkan emisi gas rumah kaca sekitar sepertujuh dari rata-rata industri global, menurut perusahaan.

Ekspansi ini telah disetujui sejak 2023 dan mendapat dukungan pendanaan hingga US$113 juta dari pemerintah Quebec. 

Sekitar 100 pekerja permanen akan dipekerjakan di fasilitas yang diperluas, sementara tahap konstruksi sempat menciptakan lebih dari 1.500 lapangan kerja pada puncaknya.

Kapasitas baru AP60 ini juga dirancang untuk menggantikan penutupan bertahap pot-line lama di smelter Arvida yang historis, yang diperkirakan selesai bulan depan. 

Rio Tinto juga mengembangkan fasilitas daur ulang di dekat lokasi untuk mengintegrasikan aluminium bekas konsumen ke dalam produksi.

Smelter Arvida telah lama menjadi pusat industri aluminium Quebec sejak dibangun pada 1920-an oleh Alcan, jauh sebelum diakuisisi oleh Rio Tinto. 

Keberadaan energi hidroelektrik melimpah menjadikan wilayah Saguenay sebagai salah satu pusat aluminium dunia.

Sementara itu, AP60 yang mulai beroperasi sebagai pabrik percontohan pada 2013 menjadi contoh teknologi peleburan generasi baru Rio Tinto. 

Perusahaan juga terus mengembangkan teknologi Elysis, yang bertujuan menghasilkan aluminium tanpa emisi karbon dengan produk sampingan berupa oksigen, melalui kerja sama dengan pemerintah Kanada. (DK)