Mark Cuban jual bitcoin, apa komentar CEO Strategy?

Minggu, 31 Mei 2026

image

JAKARTA – CEO Strategy Inc., Phong Le, menilai keputusan miliarder investor Mark Cuban untuk menjual sebagian besar kepemilikan bitcoin mencerminkan perbedaan mendasar antara strategi trader dan investor jangka panjang.

Seperti dikutip dari Yahoo Finance pada hari Jumat (29/5), dalam wawancara dengan Fox Business, Phong Le menanggapi langkah Cuban yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu pendukung kuat bitcoin.

Namun, Cuban belakangan mengungkapkan telah menjual sebagian besar aset Bitcoin miliknya setelah menilai aset kripto tersebut tidak mampu berfungsi sebagai lindung nilai inflasi seperti yang diharapkannya.

Menurut Le, banyak pelaku pasar memandang Bitcoin sebagai instrumen investasi yang dapat dibeli dan dijual ketika peluang yang lebih menarik muncul di sektor lain.

“Ada investor yang sangat berorientasi pada perdagangan. Mereka membeli bitcoin pada waktu yang tepat, memperoleh keuntungan, lalu berpindah ke peluang berikutnya,” ujarnya.

Le menambahkan bahwa saat ini kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi sektor yang paling banyak menarik perhatian investor.

Karena itu, menurutnya, keputusan Cuban untuk mengalihkan fokus investasinya ke AI merupakan langkah yang wajar dari sudut pandang seorang trader.

Cuban sendiri diketahui sempat memperbesar eksposur investasinya di pasar kripto selama reli besar pada 2021, termasuk berinvestasi pada sejumlah aset kripto populer seperti dogecoin.

Meski demikian, Strategy memiliki pendekatan berbeda terhadap bitcoin.

Le menegaskan perusahaan memandang Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai (store of value) jangka panjang yang dapat memberikan peluang pertumbuhan kekayaan dalam jangka waktu panjang.

“Alasan kami membeli bitcoin berbeda dengan investor yang berpindah dari satu tren ke tren lainnya,” kata Le.

Sementara sejumlah investor mulai mendiversifikasi portofolionya ke sektor AI, Strategy justru terus menambah kepemilikan Bitcoin.

Hingga saat ini, perusahaan tersebut menguasai sekitar 843.738 BTC dengan nilai lebih dari US$62 miliar berdasarkan harga pasar saat ini.

Sebagian besar pembelian bitcoin  oleh Strategy pada tahun ini didanai melalui penjualan instrumen investasi STRC yang menawarkan volatilitas relatif rendah serta imbal hasil dividen tahunan sebesar 11,5%.

Pendiri sekaligus Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, sebelumnya membandingkan STRC dengan rekening tabungan yang mampu melindungi nilai aset dari pelemahan daya beli mata uang.

Di pasar kripto, harga bitcoin tercatat berada di level US$73.709 per koin, naik sekitar 0,75% dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, saham Strategy Inc. bergerak positif pada perdagangan pra-pasar setelah sebelumnya ditutup melemah pada sesi reguler.

Langkah berbeda yang diambil Mark Cuban dan Strategy menunjukkan bahwa perdebatan mengenai peran bitcoin dalam portofolio investasi masih terus berlangsung.

Di satu sisi, sebagian investor melihat bitcoin sebagai aset jangka panjang, sementara di sisi lain terdapat investor yang memilih memindahkan modal ke sektor yang dianggap menawarkan potensi pertumbuhan lebih tinggi. (BS)