Wamen Pariwisata: Rupiah anjlok, peluang gaet turis asing lebih banyak
Senin, 01 Juni 2026
JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dinilai dapat menjadi peluang untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Seperti dikutip TheStar, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengatakan kurs rupiah yang lebih lemah membuat biaya berwisata di Indonesia menjadi lebih kompetitif bagi turis asing.
Kondisi tersebut berpotensi mendorong wisatawan memilih Indonesia sebagai destinasi utama sekaligus memperpanjang masa tinggal mereka.
Berbicara dalam Bali and Beyond Travel Fair di Badung, Sabtu (31/5), Ni Luh menyebut Kementerian Pariwisata tengah memperkuat promosi untuk memanfaatkan daya saing harga yang tercipta akibat pelemahan rupiah.
Rupiah belakangan berada di bawah tekanan. Berdasarkan kurs transaksi Bank Indonesia yang dipublikasikan Jumat (30/5), nilai tukar dolar AS mencapai Rp17.877.
Di tengah dinamika tersebut, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 16 juta hingga 17 juta orang. Target itu melampaui capaian sebelum pandemi Covid-19, ketika Indonesia mencatat sekitar 16 juta kunjungan turis asing dalam setahun.
Pemerintah juga terus mendorong pemulihan sektor pariwisata yang terdampak pandemi sejak 2020. Untuk 2025, target kunjungan wisatawan asing ditetapkan sebesar 15,3 juta orang.
Menurut Ni Luh, strategi pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas pengalaman wisatawan selama berada di Indonesia. Pemerintah berupaya memperkuat konsep experience-based tourism sembari meningkatkan standar keamanan destinasi wisata.
"Kita tidak hanya berbicara tentang angka. Kita ingin fokus pada kualitas pengalaman yang dirasakan wisatawan saat berwisata di negara kita. Pariwisata berbasis pengalaman adalah kunci pengembangan pariwisata kita," ujar Ni Luh.(DH)