Ekonomi melambat, Bank Sentral China desak perbankan dorong kredit

Senin, 01 Juni 2026

image

JAKARTA - Bank Sentral China (PBOC) meminta perbankan meningkatkan penyaluran kredit pada Mei 2026 di tengah lemahnya permintaan pinjaman dari rumah tangga dan korporasi yang masih membayangi pemulihan ekonomi negara tersebut.

Seperti dikutip Reuters, menurut sejumlah sumber yang mengetahui kebijakan tersebut, arahan informal atau "panduan jendela" disampaikan PBOC kepada beberapa bank besar milik negara pekan lalu.

Langkah itu diambil setelah pertumbuhan kredit kembali melemah dan pinjaman baru dalam yuan tercatat menyusut pada April untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan terakhir.

Data kredit bulanan menjadi salah satu indikator utama yang digunakan pasar untuk mengukur aktivitas ekonomi China. PBOC belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait kebijakan tersebut.

Lemahnya permintaan kredit terjadi di tengah berlanjutnya krisis sektor properti yang menekan kepercayaan konsumen dan investasi swasta. Di saat yang sama, kenaikan biaya energi akibat perang Iran-Israel yang telah berlangsung selama tiga bulan menambah tekanan terhadap ekonomi China.

Meskipun ekonomi China tumbuh 5,0% pada kuartal pertama 2026, sejalan dengan target pemerintah sebesar 4,5%-5,0%, sejumlah indikator menunjukkan momentum pertumbuhan mulai melambat memasuki kuartal kedua.

Sumber Reuters menyebut pergeseran fokus stimulus pemerintah dari sektor properti dan infrastruktur menuju teknologi serta energi hijau belum mampu menghasilkan permintaan kredit yang cukup besar untuk menopang pertumbuhan pinjaman secara keseluruhan.

Di sisi lain, perbankan memperketat standar pemberian kredit kepada usaha kecil dan menengah akibat meningkatnya risiko gagal bayar. Pengetatan juga terjadi pada kredit rumah tangga setelah lonjakan kredit bermasalah dalam beberapa tahun terakhir.

"Meskipun regulator mungkin menginginkan bank untuk memperluas kredit konsumen, mereka juga menginginkan bank untuk mempertahankan pengendalian risiko, dan itu tampaknya masih lebih penting," tulis Ekonom Gavekal Dragonomics, Xiaoxi Zhang, dalam catatan risetnya.

Karena permintaan kredit dari sektor riil masih lemah, sejumlah bank dilaporkan meningkatkan pembelian surat berharga komersial jangka pendek untuk memenuhi target penyaluran kredit.

Meski demikian, analis menilai PBOC belum akan terburu-buru melonggarkan kebijakan moneter secara agresif karena tekanan inflasi mulai meningkat. Pada Januari lalu, bank sentral telah memangkas suku bunga khusus sebesar 25 basis poin untuk mendukung usaha kecil, inovasi teknologi, dan sektor energi hijau.

Media Financial News yang berafiliasi dengan PBOC menyatakan pasar perlu menyikapi perlambatan pertumbuhan kredit secara "mature and rational mindset".

Menurut publikasi tersebut, pembiayaan langsung terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir sehingga perlambatan pertumbuhan pinjaman tidak sepenuhnya mencerminkan pelemahan pendanaan bagi perekonomian.(DH)