Mulai I Juni China masukkan algoritma AI sebagai rahasia dagang

Senin, 01 Juni 2026

image

JAKARTA - China mulai memberlakukan aturan baru perlindungan rahasia dagang pada 1 Juni 2026 dengan memperluas cakupan perlindungan hingga mencakup data, algoritma, program komputer, dan kode sumber.

Seperti dikutip Globaltimes, aturan yang diterbitkan administrasi negara untuk regulasi pasar China (SAMR) tersebut dirancang untuk menyesuaikan perlindungan kekayaan intelektual dengan perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.

SAMR menyatakan aset digital kini menjadi bagian penting dari rahasia dagang perusahaan, seiring meningkatnya nilai strategis data dan teknologi dalam persaingan bisnis.

Regulasi baru juga mengatur langkah-langkah perlindungan teknis dalam berbagai skenario, termasuk kerja jarak jauh dan kolaborasi lintas negara.

Selain itu, aturan tersebut secara spesifik memasukkan pelanggaran berbasis digital, seperti peretasan elektronik dan pengambilan data jarak jauh tanpa izin, sebagai bentuk pelanggaran rahasia dagang.

Menurut SAMR, aturan ini mengisi kekosongan regulasi teknis dalam perlindungan administratif rahasia dagang yang sebelumnya belum mengakomodasi perkembangan ekonomi digital.

"Dengan semakin berkembangnya ekonomi digital, aset digital termasuk data, algoritma, program komputer, dan kode telah menjadi rahasia dagang utama bagi bisnis. Pada saat yang sama, pelanggaran baru seperti penyusupan elektronik dan pengambilan data jarak jauh semakin sering terjadi," kata SAMR.

Pengamat menilai langkah tersebut menjadi respons terhadap meningkatnya peran data dan algoritma sebagai aset utama perusahaan, terutama dalam industri kecerdasan buatan (AI), ekonomi digital, dan tokenisasi aset.

Anggota Komite Ahli Ekonomi Informasi dan Komunikasi Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, Pan Helin, mengatakan perlindungan algoritma masih menghadapi tantangan karena sebagian besar teknologi AI modern bekerja sebagai "black box" yang sulit dijelaskan secara rinci.

Menurutnya, perlindungan yang lebih mudah diterapkan kemungkinan akan mencakup kode dasar yang membentuk algoritma karena masuk dalam kategori kekayaan intelektual.

Namun, secara keseluruhan, langkah ini akan memungkinkan perusahaan model AI berbahasa besar Tiongkok untuk berinovasi dan mengembangkan algoritma orisinal atau ciptaan sendiri.

"Jadi tak perlu bergantung, meniru karya orang lain atau menggunakan penyaringan pengetahuan untuk membangun model mereka sendiri," ujar Pan.

Selain memperluas definisi rahasia dagang, regulasi baru juga memperketat tanggung jawab pihak ketiga yang terlibat dalam pelanggaran melalui tindakan menghasut, mendorong, atau membantu pencurian rahasia dagang.

China juga memasukkan ketentuan yurisdiksi lintas batas dalam aturan tersebut. Pelanggaran yang dilakukan di luar negeri tetapi berdampak pada ketertiban pasar domestik China dapat dikenakan sanksi hukum sesuai peraturan yang berlaku.

Pemerintah China menilai perlindungan rahasia dagang menjadi faktor penting dalam m