Trump: Amerika banyak bantu NATO, kami tak butuh bantuan mereka
Selasa, 02 Juni 2026
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya tidak membutuhkan bantuan negara lain untuk menjaga kelancaran pelayaran di Selat Hormuz, meskipun sebelumnya menyerukan pembentukan koalisi internasional guna mengamankan jalur perdagangan energi tersebut di tengah perang melawan Iran.
Berbicara di Gedung Putih saat menerima Perdana Menteri Irlandia Michael Martin, Trump mengatakan AS mampu menangani situasi di Selat Hormuz tanpa dukungan tambahan dari sekutu.
"Kami tidak membutuhkan terlalu banyak bantuan, dan kami juga tidak membutuhkan bantuan sama sekali," kata Trump seperti dikutip Aljazeera. Trump juga melontarkan kritik kepada sejumlah sekutu yang menolak bergabung dalam koalisi yang diusulkannya, termasuk Inggris, Prancis, dan NATO.
"Meskipun kami telah banyak membantu mereka, kami memiliki ribuan tentara di berbagai negara di seluruh dunia mereka tidak ingin membantu kami, yang sungguh menakjubkan,"ujarnya.
Trump menambahkan: "Kami tidak membutuhkan bantuan. Perang itu telah berlangsung lama menurut saya, hampir sejak hari pertama."
Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Trump meminta negara-negara yang berkepentingan terhadap keamanan Selat Hormuz untuk ikut serta dalam misi pengamanan jalur pelayaran internasional.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling strategis di dunia. Sekitar 20% hingga 30% perdagangan minyak global melewati kawasan tersebut. Trump sebelumnya mengklaim sejumlah negara telah menyatakan kesediaan bergabung dalam koalisi tersebut. Namun hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai anggota baru koalisi.
Ia justru memuji sejumlah negara Timur Tengah yang dinilai mendukung upaya Amerika Serikat. "Qatar sangat hebat. UEA benar-benar hebat. Arab Saudi luar biasa. Bahrain sangat baik," kata Trump. "Dan, tentu saja, Israel telah menjadi mitra kami. Israel sangat, sangat kuat bersama kami."
Di sisi lain, Prancis secara terbuka menolak ajakan Washington. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menegaskan negaranya tidak akan terlibat dalam operasi militer untuk membuka atau mengamankan Selat Hormuz.
Penolakan serupa juga datang dari sejumlah negara lain, termasuk Jerman, Italia, Spanyol, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Polandia yang belum menunjukkan komitmen untuk bergabung.
Trump secara khusus menyasar NATO dalam kritiknya. Ia menilai aliansi militer tersebut gagal menunjukkan dukungan yang sepadan terhadap Amerika Serikat meski Washington selama ini menjadi kontributor utama pendanaan NATO dan pendukung utama Ukraina. "Saya pikir NATO melakukan kesalahan yang sangat bodoh," kata Trump.
"Dan saya sudah lama mengatakan itu, Anda tahu, saya bertanya-tanya apakah NATO akan pernah ada untuk kita. Jadi ini adalah, ini adalah ujian besar, karena kita tidak membutuhkan mereka, tetapi seharusnya mereka ada di sana."
Meski tidak memberikan jadwal pasti terkait akhir konflik, Trump memperkirakan Iran membutuhkan waktu hingga satu dekade untuk memulihkan diri dari dampak perang.
Namun ia juga mengindikasikan bahwa keterlibatan militer AS tidak akan berlangsung selamanya. "Tapi kami belum siap untuk pergi sekarang, namun kami akan pergi dalam waktu dekat," ujarnya.(DH)