Profit taking tekan IHSG, saham CDIA–BKSL mendominasi transaksi
Rabu, 03 Desember 2025

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,06% ke level 8.611,79 pada perdagangan Rabu (3/12), setelah sempat menyentuh rekor intraday baru di 8.669 sebelum terkoreksi akibat aksi profit taking.
Analis Phintraco Sekuritas menyampaikan tekanan signifikan datang dari saham basic materials yang memimpin pelemahan, sebagaimana disampaikan dalam laporan usai penutupan perdagangan hari ini. Sementara saham dari sektor teknologi memimpin kenaikan indeks sektoral.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di level Rp16.628, tidak seperti sebagian besar mata uang Asia yang tetap menguat.
Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp20,37 triliun dan melibatkan perdagangan 41,12 miliar lembar saham.
Hingga penutupan perdagangan, sebanyak 328 saham mencatat kenaikan harga, 316 melemah, dan 160 stagnan.
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) memimpin transaksi di bursa, dengan total nilai transaksi di seluruh pasar mencapa Rp1,11 triliun. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berada di posisi kedua dengan transaksi Rp1,09 triliun, disusul PT Bukit Sentul Tbk (BKSL) dengan Rp1,06 triliun.
Analis Phintraco menjelaskan bahwa pelemahan IHSG dipicu oleh aksi ambil untung atau profit taking, setelah indeks sempat mendekati level puncak.
Sementara secara teknikal, histogram MACD pada IHSG disebut berada di area positif dan Stochastic RSI bergerak menguat di area pivot. Berdasarkan faktor teknikal ini, analis Phintraco memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan hingga menguji area resistance di 8.650–8.670. (KR)