IHSG diperkirakan sideways di level ini pada awal Juni
Selasa, 02 Juni 2026
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi memasuki fase konsolidasi pada perdagangan awal Juni, setelah tutup di level 6.127 pada Mei kemarin.
Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai pelemahan IHSG pada akhir Mei kemarin dipengaruhi aksi jual investor, pada saham-saham yang keluar dari indeks MSCI. Beberapa di antaranya merupakan saham-saham berkapitalisasi pasar jumbo.
Menghadapi rebalancing indeks global tersebut, investor asing mencatatkan net sell atau penjualan bersih Rp8,52 triliun. Hal ini menambah total outflow atau arus dana keluar sejak awal tahun menjadi Rp53,97 triliun.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif dalam rentang support 6.070 dan resistance 6.285,” jelas analis BRI Danareksa Sekuritas, dalam riset yang disampaikan Senin.
Beberapa sentimen yang akan menjadi perhatian investor, lanjut analis BRI Danareksa Sekuritas, yaitu rilis data inflasi Indonesia Mei 2026 serta surplus neraca perdagangan yang berpotensi menyusut.
“Selain itu, investor juga akan mencermati perkembangan negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dapat memengaruhi sentimen pasar global,” imbuhnya.
Sementara itu analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG secara teknikal akan bergerak terbatas, menyusul indikasi reversal pada Stochastic RSI yang bergerak ke area pivot. Histogram negatif MACD pada IHSG pun dinilai kembali menyempit.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.000-6.300,” jelas analis Phintraco.
Namun berlalunya rebalancing indeks MSCI, justru dinilai sebagai katalis positif menurut analis CGS International Sekuritas Indonesia. Meskipun di sisi lain tekanan jual investor asing dan negosiasi antara AS-Iran tetap jadi sentimen negatif.
Analis CGS International Sekuritas pun memperkirakan IHSG akan bergerak variatif, namun cenderung menguat di kisaran support 6.060/5.990 dan resist 6.195/6.260. (KR)