Strategy lepas bitcoin US$2,5 juta untuk danai dividen STRC

Selasa, 02 Juni 2026

image

JAKARTA - Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, menegaskan fokus perusahaan pada instrumen saham preferen perpetual STRC setelah perusahaan menjual sebagian kepemilikan bitcoin untuk mendanai pembayaran dividen.

Dalam unggahan di platform X pada Senin, Saylor menyatakan, "Tujuan kami adalah menjadikan STRC sebagai instrumen kredit terbaik di dunia."

Seperti dikutip Coindesk, pernyataan itu muncul setelah Strategy mengungkapkan penjualan 32 bitcoin senilai sekitar US$2,5 juta pada pekan lalu. Berdasarkan dokumen 8-K yang disampaikan kepada regulator, hasil penjualan tersebut "diharapkan akan digunakan untuk mendanai pembagian dividen saham preferen."

Meski dokumen perusahaan secara langsung mengaitkan penjualan bitcoin dengan pembayaran dividen, Saylor memilih menyoroti pengembangan STRC dibanding transaksi aset kripto tersebut. Langkah itu dinilai memperkuat pandangan investor bahwa Strategy semakin berfokus membangun instrumen saham preferennya sambil tetap meningkatkan eksposur bitcoin per saham.

Saylor sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa keputusan pendanaan dan alokasi modal perusahaan tidak semata-mata bertujuan menambah jumlah bitcoin yang dimiliki, melainkan meningkatkan nilai bagi pemegang saham melalui pertumbuhan bitcoin per saham.

Penjualan terbaru ini juga menarik perhatian komunitas kripto. Di kalangan pengguna Crypto Twitter, beredar lelucon bahwa Strategy kerap membeli bitcoin pada harga tertinggi mingguan.

Namun, catatan perusahaan menunjukkan penjualan bitcoin bukan hal yang sering dilakukan. Sebelum transaksi terbaru, Strategy hanya pernah menjual bitcoin sekali, yakni pada Desember 2022 saat harga aset kripto tersebut berada di kisaran US$18.000, tidak lama setelah runtuhnya bursa kripto FTX yang menekan harga hingga mendekati US$15.000.

Pada transaksi terbaru, Strategy melepas bitcoin dengan harga rata-rata US$77.135 per koin. Saat ini bitcoin diperdagangkan di kisaran US$70.000 setelah sempat turun hingga sekitar US$60.000 pada Februari.(DH)