BRIN ubah gas metana TPA jadi energi untuk warga dan industri
Selasa, 02 Juni 2026
JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi untuk menangkap gas metana dari tempat pembuangan akhir (TPA) dan mengubahnya menjadi sumber energi alternatif bagi masyarakat di sekitar lokasi.
Seperti dikutip TheStar, peneliti BRIN, Sri Wahyono, mengatakan teknologi tersebut dikembangkan bersama pengelola TPA di sejumlah daerah dengan memanfaatkan peralatan sederhana, seperti pipa, blower penyedot gas, dan unit pemurnian gas.
Proyek ini diawali dengan studi lapangan untuk mengidentifikasi karakteristik sampah dan kandungan gas metana di lokasi TPA. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak guna menentukan titik ekstraksi dan lokasi pemasangan sumur gas yang paling efektif.
Gas metana yang berhasil dikumpulkan dialirkan melalui jaringan pipa sebelum menjalani proses pemurnian untuk mengurangi kandungan air, karbon dioksida, dan hidrogen sulfida.
Proses tersebut dilakukan agar gas lebih aman digunakan oleh rumah tangga maupun sektor industri.
Saat ini, gas hasil pemanenan dimanfaatkan sebagai bahan bakar memasak bagi masyarakat yang tinggal di sekitar TPA serta untuk mendukung operasional internal pengelolaan sampah.
Teknologi tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber pembangkit listrik skala kecil di Indonesia.
Pengembangan teknologi ini menjadi salah satu upaya pemanfaatan limbah sekaligus pengurangan emisi metana dari sektor persampahan yang selama ini menjadi salah satu sumber gas rumah kaca.(DH)