Perkuat transparansi, AS-Vietnam sepakat hindari manipulasi kurs

Selasa, 02 Juni 2026

image

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan Vietnam menegaskan kembali komitmen mereka untuk tidak melakukan manipulasi mata uang serta meningkatkan transparansi kebijakan nilai tukar. 

Seperti dikutip TheStar, kesepakatan tersebut tertuang dalam pernyataan bersama yang diterbitkan Departemen Keuangan AS dan Bank Sentral Vietnam (State Bank of Vietnam/SBV) setelah berlangsungnya konsultasi tingkat tinggi.

Vietnam saat ini masih masuk dalam daftar pemantauan (monitoring list) Departemen Keuangan AS terkait praktik mata uang, bersama sejumlah negara lain seperti China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Jerman, Irlandia, Swiss, dan Thailand.

Dalam pernyataan tersebut, kedua pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi yang erat dan menegaskan kewajiban berdasarkan aturan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk tidak menggunakan kebijakan nilai tukar demi memperoleh keuntungan kompetitif dalam perdagangan.

AS dan Vietnam juga mengakui bahwa intervensi di pasar valuta asing dapat dilakukan untuk meredam volatilitas, baik saat mata uang menguat maupun melemah. 

Namun, langkah tersebut harus ditujukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi, bukan untuk menciptakan keunggulan dagang yang tidak adil.

Sebagai bagian dari komitmen transparansi, SBV akan mulai mempublikasikan data tahunan mengenai pembelian bersih valuta asing mulai 2027. 

Selain itu, bank sentral Vietnam juga berjanji mengungkap data cadangan devisa dan posisi kontrak berjangka valuta asing sesuai standar IMF terkait cadangan internasional dan likuiditas mata uang asing mulai tahun yang sama. (DK)