Kanada kaji batalkan pesan F-35, beralih ke Gripen Swedia
Selasa, 02 Juni 2026
OTTAWA - Kanada tengah mempertimbangkan perubahan besar dalam program modernisasi armada tempurnya dengan mengurangi pembelian jet tempur F-35 buatan Amerika Serikat dan menggantinya dengan pesawat tempur Gripen E asal Swedia.
Menurut laporan media Kanada La Presse pada 30 Mei 2026, pemerintah di Ottawa sedang mengkaji opsi armada campuran yang terdiri dari sekitar 30 unit F-35A dan 60 unit Saab Gripen E.
Dilansir dari ArmyRecognition.com, jika terealisasi, langkah ini akan menjadi perubahan terbesar dalam kebijakan pengadaan pesawat tempur Kanada sejak F-35 dipilih sebagai pemenang tender pada 2023.
Strategi tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan Kanada terhadap rantai pasok pertahanan Amerika Serikat sekaligus mempertahankan kemampuan tempur generasi kelima yang dibutuhkan untuk operasi bersama Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) dan NATO.
Selain alasan militer, pertimbangan industri juga menjadi faktor utama.
Pemerintahan Perdana Menteri Mark Carney ingin memperkuat sektor pertahanan domestik melalui peningkatan transfer teknologi, produksi lokal, dan diversifikasi mitra pertahanan internasional.
Sinyal kedekatan Kanada dengan industri pertahanan Swedia semakin terlihat setelah Ottawa memulai negosiasi dengan Saab untuk membeli lima hingga enam pesawat peringatan dini dan pengendalian udara GlobalEye senilai lebih dari 5 miliar dolar Kanada.
Proyek tersebut diperkirakan menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja dan memberi Kanada kemampuan pengawasan udara independen yang selama ini banyak bergantung pada aset Amerika Serikat.
Perubahan arah kebijakan ini juga dipengaruhi memburuknya hubungan Kanada-AS setelah perselisihan dagang yang melibatkan Presiden Donald Trump, termasuk ancaman tarif terhadap sejumlah sektor strategis Kanada seperti kedirgantaraan.
Dalam skenario yang sedang dipertimbangkan, Kanada tetap mempertahankan sekitar 30 unit F-35A untuk menjaga kapabilitas tempur mutakhir, sementara sekitar 60 unit Gripen E akan digunakan menggantikan sebagian besar armada CF-18 yang menua.
Opsi ini dinilai mampu menyeimbangkan kebutuhan operasional militer dengan target pengembangan industri pertahanan nasional.
Secara hukum, Kanada saat ini baru terikat kontrak untuk 16 unit F-35A.
Sementara itu, 72 unit lainnya belum masuk kontrak produksi final sehingga masih dapat dibatalkan, dikurangi, atau diganti tanpa melanggar komitmen yang ada.
Meski demikian, pembatalan total program F-35 dinilai sulit dilakukan karena Kanada telah menginvestasikan miliaran dolar untuk infrastruktur, pelatihan, dan partisipasi dalam program Joint Strike Fighter selama hampir tiga dekade.
Program tersebut juga menopang sekitar 4.500 lapangan kerja di lebih dari 30 perusahaan Kanada.
Karena itu, armada campuran F-35 dan Gripen dipandang sebagai jalan tengah yang memungkinkan Kanada mengurangi ketergantungan pada satu pemasok tanpa harus menanggung konsekuensi politik dan finansial dari penghentian penuh program F-35. (DK)