Hentikan negosiasi dengan AS, Iran ancam tutup total Selat Hormuz lagi
Selasa, 02 Juni 2026
TEHERAN - Iran menghentikan pertukaran pesan dengan Amerika Serikat melalui mediator dan mempertimbangkan langkah untuk memblokir Selat Hormuz, menurut laporan kantor berita Tasnim pada Senin (1/6).
Seperti dikutip Reuters, keputusan tersebut diambil di tengah berlanjutnya upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan antara Iran dan koalisi yang dipimpin AS serta Israel.
Tasnim melaporkan bahwa Iran bersama Front Perlawanan, yang mencakup sekutu Syiahnya di Yaman, Lebanon, dan Irak, telah menyusun agenda untuk menutup sepenuhnya Selat Hormuz serta mengaktifkan front lain, termasuk Selat Bab el-Mandeb.
Langkah tersebut disebut sebagai upaya untuk “menghukum” Israel dan negara-negara pendukungnya.
Jika kelompok Houthi di Yaman membuka front baru dalam konflik tersebut, salah satu sasaran utama yang berpotensi terdampak adalah Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis di dekat pesisir Yaman yang menjadi akses penting menuju Terusan Suez.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa pelanggaran gencatan senjata di satu wilayah dianggap sebagai pelanggaran di seluruh front konflik.
Dalam pernyataannya di platform X, ia menyebut AS dan Israel bertanggung jawab atas konsekuensi dari setiap pelanggaran, merujuk pada operasi militer Israel di Lebanon.
Perang yang dimulai pada 28 Februari oleh AS dan Israel telah menewaskan ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon.
Konflik tersebut juga memicu gejolak ekonomi global dengan mendorong kenaikan harga energi setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, salah satu jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dunia.
Tasnim menambahkan bahwa para pejabat dan negosiator Iran menuntut penghentian segera operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon serta penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah yang diduduki di Lebanon.
Menurut media tersebut, tidak akan ada pembicaraan lebih lanjut hingga tuntutan Iran dan kelompok perlawanan terkait isu tersebut dipenuhi. (DK)