Kontrak baru ADHI tembus Rp14,1 triliun hingga November 2025

Kamis, 04 Desember 2025

image

JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk mencatat perolehan kontrak baru senilai Rp 14,1 triliun hingga akhir November 2025, meningkat signifikan dari perolehan Oktober sebesar Rp 7,8 triliun.

Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta, menyebut capaian tersebut mencerminkan langkah perseroan memperkuat portofolio proyek, sekaligus menjaga kesinambungan usaha di tengah dinamika sektor konstruksi.

“Dengan pipeline proyek yang semakin solid, ADHI memandang pencapaian ini sebagai penguatan kinerja operasional dan keuangan perseroan ke depan, sekaligus memperkuat posisi ADHI dalam mendukung agenda pembangunan infrastruktur nasional,” ujar Rozi dalam keterbukaan informasi di BEI, Rabu (03/12).

Portofolio kontrak baru ADHI didominasi proyek gedung yang menyumbang 65% kontrak baru, disusul infrastruktur 20%, EPC 5%, serta kategori lain 10%.

Dari sumber pendanaan, proyek yang didanai pemerintah memberi kontribusi terbesar yaitu 74%, kemudian proyek yang didanai BUMN dan pemerintah daerah 19%, serta  proyek swasta 7%.

Dari sisi lini bisnis, segmen engineering dan konstruksi masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 93% terhadap perolehan kontrak baru, sementara segmen properti dan hospitality menyumbang 4%, manufaktur 1%, serta investasi dan konsesi 2%.

Rozi menambahkan, kenaikan kontrak baru didorong oleh sejumlah proyek pemerintah, termasuk pembangunan Gedung dan Kawasan Lembaga Legislatif dan Yudikatif di Ibu Kota Nusantara.

Proyek lain yang menopang perolehan adalah  gedung Sekolah Rakyat Tahap II di Jawa Tengah, pembangunan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Tahap II, serta Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru. (DH/KR)