Inflasi tembus 3,08% pada Mei 2026, tertinggi di Papua Barat
Selasa, 02 Juni 2026
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Mei 2026 mencapai 3,08% secara tahunan, lebih tinggi dari inflasi tahunan pada April yang mencapai 2,42%.
Realisasi itu lebih tinggi dari estimasi konsensus, yang sebelumnya memperkirakan inflasi tahunan pada Mei 2026 di kisaran 2,97%.
Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Inflasi pada kelompok ini mencapai 4,94% dan menjadi kontributor terbesar terhadap inflasi.
“komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah ikan segar, beras, daging ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, sigaret kretek mesin, dan cabai merah,” jelas Pudji, dalam konferensi pers hari ini.
Selain itu, kelompok pengeluaran lain yang mengalami inflasi tahunan secara signifikan adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya.
“Inflasi pada kelompok ini terutama terjadi pada komoditas emas perhiasan,” imbuh Pudji.
Berdasarkan wilayah, BPS mencatat inflasi tahunan pada Mei 2026 terjadi di 38 provinsi. Dengan inflasi tertinggi di Papua Barat sebesar 5,94% dan terendah di Lampung 1,94%.
Sementara itu secara bulanan, BPS mencatat inflasi pada Mei 2026 mencapai 0,28%. Realisasi ini lebih tinggi 2 kali lipat dari inflasi bulanan April 2026, yang berada di level 0,13%.
Konsensus yang dihimpun Trading Economics sebelumnya memperkirakan inflasi bulanan Indonesia pada Mei, di kisaran 0,14%. (KR)