Ekspansi di Asia, Blackstone siapkan dana US$13,1 miliar

Selasa, 02 Juni 2026

image

NEW YORK - Manajer aset alternatif Blackstone berhasil menghimpun dana sebesar US$13,1 miliar untuk dana private equity Asia terbarunya, melampaui target awal dan mencatatkan penggalangan dana terbesar dalam sejarah perusahaan di kawasan tersebut.

Seperti dikutip cna, dana yang diberi nama Blackstone Capital Partners Asia III itu semula menargetkan perolehan US$10 miliar. 

Nilai yang berhasil dihimpun juga lebih dari dua kali lipat dibandingkan dana Asia sebelumnya yang dikelola perusahaan.

Keberhasilan penggalangan dana ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap pasar Asia meskipun kondisi global masih dibayangi volatilitas akibat ketegangan geopolitik dan konflik di Timur Tengah.

Pencapaian Blackstone datang sekitar sebulan setelah EQT AB mengumpulkan US$15,6 miliar untuk membentuk dana private equity terbesar di Asia.

Investor institusi global dan individu dengan kekayaan tinggi semakin mencari diversifikasi investasi di luar Amerika Serikat. 

Valuasi aset yang tinggi, risiko inflasi, serta ketidakpastian geopolitik mendorong mereka melirik peluang pertumbuhan di Asia.

Pasar seperti Jepang dan India menjadi fokus utama karena menawarkan banyak peluang akuisisi dan investasi pertumbuhan yang dinilai menarik.

Kepala Global Blackstone Private Equity Strategies, Joe Baratta, mengatakan kawasan Asia Pasifik merupakan wilayah dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan menyediakan peluang investasi berskala besar yang sejalan dengan tema investasi utama perusahaan.

Persaingan penggalangan dana di sektor private equity Asia juga semakin ketat. 

Bain Capital telah mengumpulkan sekitar US$10,5 miliar untuk dana buyout Asia keenamnya, sementara KKR & Co tengah berupaya menghimpun US$15 miliar untuk dana regional berikutnya.

Dalam dua tahun terakhir, Blackstone telah menginvestasikan lebih dari US$7 miliar melalui 12 transaksi di India dan Jepang. 

Investasi tersebut mencakup perusahaan seperti platform cloud berbasis kecerdasan buatan Neysa di India dan penyedia jasa teknik TechnoPro di Jepang.

Pada periode yang sama, Blackstone juga berhasil melepas investasi di 15 perusahaan, termasuk melalui pencatatan saham perdana International Gemological Institute dan Aadhar Housing Finance. (DK)