BUMI gelontorkan pinjaman Rp1,5 triliun untuk modal kerja Arutmin
Selasa, 02 Juni 2026
JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah menyalurkan pinjaman Rp1,5 triliun kepada entitas anaknya, PT Arutmin Indonesia, setelah menerima hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2026 pada Selasa (26/5) pekan lalu.
Seperti yang telah diberitakan IDNFinancials.com sebelumnya, BUMI telah menerbitkan tiga seri Obligasi Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2026 senilai total Rp1,83 triliun – dengan kupon berkisar antara 7,5-9,05%.
Selanjutnya, Rp1,5 triliun dari hasil penerbitan tersebut akan disalurkan sebagai pinjaman untuk Arutmin, anak usaha BUMI yang bergerak di bidang tambang batu bara dengan kepemilikan 70%.
Sebagai catatan, Arutmin sendiri memiliki cadangan sebesar 327 juta ton per September 2024, yang diproyeksikan cukup untuk lebih dari sepuluh tahun waktu operasi, dengan tingkat produksi tahunan sekitar 25 juta MT.
Arutmin tercatat menyumbang 83,29% terhadap total pendapatan dan sekitar 38% laba sebelum pajak BUMI per akhir 2025.
Namun, BUMI mencatat bahwa Arutmin memiliki rata-rata stripping ratio mencapai 6-7x sepanjang periode 2022-2024, lebih tinggi dari para kompetitor di level 4-6x. Tingginya stripping ratio ini membuat biaya operasional Perseroan relatif membengkak.
“Arutmin memerlukan dana untuk keperluan modal kerja untuk biaya-biaya operasional Arutmin sehari-hari dalam waktu dekat untuk keberlangsungan kegiatan usahanya,” jelas manajemen BUMI dalam keterangan resminya, Selasa (2/6).
Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada 28 April lalu, BUMI sepakat menyalurkan pinjaman sebanyak-banyaknya Rp1,6 triliun pada Arutmin dalam dua tranche:
Kedua tranche harus dibayarkan masing-masing tiga hari sebelum tanggal jatuh tempo Obligasi Seri A dan Seri B dari PUB I Tahap V – yaitu 6 Juni 2027 dan 26 Mei 2029. (ZH)