Charlie Munger tolak hidup wewah: 70 tahun dirumah sederhana tanpa AC

Kamis, 04 Desember 2025

image

JAKARTA - Charlie Munger, Wakil Ketua Berkshire Hathaway yang wafat pada November 2023 menjelang usia 100 tahun, menjalani hidup yang jauh dari glamor meski bergelimang kekayaan.

Dikutip benzinga.com, selama hampir tujuh dekade, ia tetap tinggal di rumah sederhana di Los Angeles yang dibelinya sekitar 1953, tanpa pendingin udara.

Saat gelombang panas melanda beberapa tahun sebelum kematiannya, teman-temannya sampai membawa kipas listrik dan bungkus es untuk mendinginkan ruang baca Munger.

Pilihan itu bukan karena keterpaksaan. Menurut The Wall Street Journal, Munger memiliki sebuah rumah mewah dengan pemandangan laut di Montecito, berada di dalam komunitas berpagar yang ia rancang sendiri dan dijuluki warga sebagai “Mungerville.” Meski pernah mengatakan ingin menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di sana, rumah itu nyaris tidak dihuni.

Dalam wawancara dengan CNBC yang ditayangkan setelah kepergiannya, Munger menegaskan alasan ia menolak gaya hidup miliarder yang dipenuhi mansion raksasa. “[Buffett dan saya] adalah cukup pintar untuk memperhatikan teman-teman kami yang menjadi kaya dan membangun rumah-rumah mewah itu,” ujarnya.

“Dan saya akan mengatakan dalam hampir setiap kasus, mereka membuat orangnya kurang bahagia, bukan lebih bahagia.”

Baginya, rumah besar hanya menawarkan manfaat terbatas. “Ini hal yang sangat mahal untuk dilakukan, dan tidak banyak memberi keuntungan,” kata Munger.

Aspek moral juga memengaruhi keputusannya. Ia menganggap memamerkan kekayaan tidak baik bagi keluarga.

“Saya punya banyak sekali anak dan saya tetap memutuskan untuk tidak menjalani hidup yang membuat saya terlihat seperti Duke of Westchester atau semacamnya. Saya melakukannya dengan sengaja. Saya tidak berpikir itu akan baik untuk anak-anak.”

Kesederhanaan itu konsisten dengan prinsip hidup Munger: hidup di bawah kemampuan, fokus pada pemikiran jangka panjang, dan terus belajar. Menurut anak tirinya, Hal Borthwick, Munger tetap aktif berdiskusi tentang teknologi, investasi, dan ide-ide besar bahkan ketika kesehatan fisiknya menurun.

Pada akhirnya, Munger tidak membutuhkan mansion untuk merasa kaya. Ia memilih buku, percakapan dan beberapa kantong es.(DH)