Burry: Deal Nvidia-xAI 'fugazi', dana pensiun AS di ujung rantai
Rabu, 03 Juni 2026
JAKARTA - Investor legendaris Michael Burry kembali melontarkan kritik terhadap Nvidia di tengah euforia industri kecerdasan buatan (AI). Pendiri Scion Asset Management yang dikenal karena berhasil memprediksi krisis keuangan 2008 itu menyebut transaksi pembiayaan chip Nvidia untuk perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, sebagai "fugazi" atau sesuatu yang terlihat nyata tetapi dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Seperti dikutip 247wallst, kritik tersebut mengarah pada transaksi senilai US$5,4 miliar yang dilakukan melalui perusahaan investasi Valor Equity Partners pada awal 2026.
Melalui entitas khusus bernama, Valor Compute Infrastructure (VCI), Valor menggalang dana untuk membeli ribuan chip AI Nvidia GB200 beserta infrastruktur pusat data pendukungnya.
Perangkat tersebut kemudian disewakan kepada anak usaha xAI melalui skema sewa jangka panjang untuk mendukung pengembangan model AI Grok.
Dalam transaksi tersebut, Apollo Global Management memimpin pembiayaan utang senilai US$3,5 miliar, sementara Nvidia ikut berpartisipasi sebagai investor ekuitas utama dengan nilai sekitar US$1,9 miliar.
Struktur ini memungkinkan xAI memperoleh akses ke perangkat komputasi AI tanpa harus membukukan seluruh nilai investasi miliaran dolar tersebut di neracanya.
Di sisi lain, Nvidia dapat langsung mencatat seluruh nilai transaksi sebagai pendapatan.
Burry menilai struktur pembiayaan berlapis seperti itu berpotensi menyamarkan risiko yang sebenarnya berada di balik pertumbuhan pesat industri AI.
Menurut dia, transaksi tersebut memberikan keuntungan bagi seluruh pihak yang terlibat. Nvidia memperoleh pendapatan, xAI mendapatkan akses komputasi tanpa membebani neraca keuangan secara signifikan, sementara lembaga pembiayaan memperoleh pendapatan dari penyusunan transaksi.
Namun, risiko kredit pada akhirnya dapat berpindah ke investor yang memiliki eksposur tidak langsung terhadap instrumen pembiayaan tersebut, termasuk pemegang produk anuitas dan dana pensiun.
Berujung Pada Dana Pensiun?
Perhatian Burry juga tertuju pada Athene, perusahaan asuransi yang berafiliasi dengan Apollo.
Menurutnya, sebagian besar aset investasi Athene ditempatkan pada struktur investasi kompleks dan aset yang sulit dinilai berdasarkan harga pasar secara langsung.
Ia menyoroti besarnya porsi aset Level 3 dalam portofolio perusahaan, yakni aset yang penilaiannya bergantung pada model internal karena tidak memiliki harga pasar yang transparan.
Burry tidak menuduh adanya pelanggaran hukum atau manipulasi akuntansi.
Namun, ia mempertanyakan transparansi dan keberlanjutan model pembiayaan yang semakin banyak digunakan untuk mendukung ekspansi infrastruktur AI.
Kritik tersebut mengingatkan pada pandangannya terhadap perusahaan teknologi pada era gelembung dot-com.
Burry membandingkan posisi Nvidia saat ini dengan Cisco Systems pada akhir 1990-an, ketika permintaan terhadap infrastruktur internet melonjak tajam dan mendorong valuasi perusahaan ke level yang sangat tinggi.
Meski demikian, sejumlah pelaku pasar menilai kekhawatiran tersebut belum tentu mencerminkan risiko jangka pendek bagi Nvidia.
Permintaan terhadap infrastruktur AI masih tumbuh kuat, sementara perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Meta, dan sejumlah operator pusat data juga menggunakan struktur pembiayaan serupa untuk mempercepat pembangunan kapasitas komputasi.
Namun, Burry menilai investor tetap perlu mencermati kompleksitas transaksi yang menopang ledakan investasi AI saat ini. Menurutnya, pertumbuhan pendapatan yang terlihat kuat belum tentu menggambarkan seluruh risiko yang tersembunyi di balik rantai pembiayaan dan struktur investasi yang semakin kompleks.
Perdebatan tersebut kembali menyoroti pertanyaan yang mulai muncul di kalangan investor global, apakah ledakan investasi AI saat ini sepenuhnya ditopang oleh permintaan riil, atau sebagian mulai bergantung pada skema pembiayaan yang semakin rumit dan berisiko di masa depan. (DH)