China kuasai 11.300 paten teknologi yang dikembangkan di Jerman

Rabu, 03 Juni 2026

image

JAKARTA - China kini menguasai lebih dari 11.300 paten yang dikembangkan di Jerman dalam dua dekade terakhir, menurut studi terbaru Institut Ekonomi Jerman (IW) yang disusun atas permintaan Bertelsmann Foundation.

Seperti dikutip Reuters, laporan tersebut menunjukkan semakin besarnya pengaruh asing terhadap hasil inovasi yang lahir di Jerman. Hampir satu dari tiga penemuan yang dikembangkan di negara itu saat ini dimiliki oleh entitas luar negeri.

Amerika Serikat masih menjadi pemilik asing terbesar dengan menguasai hampir sepertiga dari paten-paten tersebut, sementara sekitar 11% berada di tangan pemilik asal Swiss.

Namun, studi itu menyoroti ekspansi China yang semakin agresif, terutama pada sektor teknologi industri dan rekayasa mesin.

IW mencatat peningkatan paling signifikan terjadi di sektor teknik mesin. Jumlah paten yang diajukan di bidang tersebut meningkat menjadi 4.300 pada 2022 dari sekitar 3.300 pada 2000. Menurut laporan itu, China menjadi salah satu pihak yang paling aktif mengakuisisi teknologi Jerman di sektor tersebut.

"Perusahaan-perusahaan Jerman juga memegang paten di luar negeri. Itu adalah bagian dari persaingan yang wajar," kata pakar IW Oliver Koppel.

Meski demikian, Koppel menilai strategi China berbeda dibanding negara lain karena pemerintah di Beijing secara aktif mendorong akuisisi teknologi Barat, sementara akses investor asing ke pasar domestik China tetap relatif terbatas. "Itu adalah ketidakseimbangan," ujar Koppel.

Ia menambahkan bahwa negara-negara Eropa perlu mengawasi lebih ketat perpindahan teknologi yang memiliki nilai strategis bagi daya saing industri.

Menurut IW, meningkatnya kepemilikan asing atas inovasi Jerman juga terjadi ketika kapasitas inovasi domestik negara tersebut menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Lembaga itu menilai investasi riset dan pengembangan (R&D) di Jerman tidak lagi tumbuh secepat negara-negara pesaing utama.

Pada 2000, Jerman menempati posisi ketiga dunia dalam belanja penelitian dan pengembangan dengan nilai investasi dua kali lebih besar dibanding China. N

amun pada 2021, posisi Jerman turun ke peringkat keenam, sementara China melesat menjadi salah satu negara dengan investasi R&D terbesar di dunia.(DH)