Grab borong 2,44 miliar SUPA via GXS Bank
Rabu, 03 Juni 2026
JAKARTA – Daftar perubahan kepemilikan saham di atas 5% di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/5), menampilkan pembelian 2,44 miliar lembar saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) oleh investor barunya, GXS Bank Pte Ltd.
Bank ini sendiri adalah bank digital berbasis di Singapura, yang merupakan joint venture dari Grab Holdings (60% saham) dan perusahaan telekomunikasi Singtel (40% saham). Setelah membeli saham-saham tersebut, GXS Bank memegang 7,22% kepemilikan emiten bank digital tersebut.
Selain itu, investor A5-DB Holdings Pte. Ltd juga menambah saham SUPA sebanyak 47,23 juta lembar. Investor asing ini juga berafiliasi dengan Grab Holdings, sehingga Grab kini sudah mengendalikan total 23,5% saham Superbank. Kedua pembelian tersebut difasilitasi oleh PT Mandiri Sekuritas.
Selanjutnya, beberapa penambahan saham lain yang signifikan juga menjadi sorotan. PT Samuel Sekuritas Indonesia membeli 224,40 juta saham emiten produsen sawit PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS), dengan total saham di angka 19,04%. Pembelian saham dilakukan melalui PT Samuel Sekuritas Indonesia.
Citibank N.A. masuk sebagai investor baru di dua emiten sekaligus. Pertama, investor ini membeli 206 juta saham PT Esta Indonesia Tbk (NEST), yang memproduksi sarang burung walet, dengan saham sebesar 5,01%. Lalu, investor ini juga membeli 500 juta saham pengembang properti PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL), dengan kepemilikan di angka 6,01%. Kedua pembelian ini dilakukan melalui Citibank N.A. sendiri.
Lebih dari 887,03 juta saham perusahaan investasi PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) diborong oleh PT Pan Pacific Investama, sehingga sahamnya naik dari 20,27% menjadi 27,81%. Saham-saham tersebut dibeli melalui 4 sekuritas: PT Ciptadana Sekuritas Asia, PT Sinarmas Sekuritas, PT Pacific Sekuritas Indonesia, dan PT MNC Sekuritas.
Kabar terakhir datang dari perusahaan pelayaran dan jasa logistik PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML).
Via PT Valbury Sekuritas, PT Sanca Griya Modalindo membeli 92,91 juta saham BSML dan langsung menjadi pemegang 5,02% saham yang baru. Andriansyah Prayitno lalu menambah 1,31 juta BSML lewat PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, sehingga sahamnya naik tipis menjadi 12,96%.
Namun, PT Goldfive Investment Capital justru menjual 70.400 lembar saham BSML, dengan persentase kepemilikan masih di kisaran 36,76%. (KD)
Ingin melihat dengan mudah daftar pemegang saham emiten di atas 1%? Klik di sini.