Lelang SBSN yield naik tipis, bid-to-cover ratio tembus 24 kali

Rabu, 03 Juni 2026

image

JAKARTA - Pemerintah menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 2 Juni 2026 melalui sistem lelang Bank Indonesia dengan menawarkan delapan seri, yakni SPNS13072026, SPNS23112026, SPNS01032027, PBS030, PBS040, PBS034, PBS005, dan PBS038.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), total penawaran yang masuk mencapai Rp26,04 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah menyerap dana sebesar Rp8,85 triliun.

Hasil lelang kali ini menunjukkan minat investor terhadap sukuk negara menguat terutama pada seri-seri Project Based Sukuk (PBS).

Sorotan utama tertuju pada PBS005 yang jatuh tempo pada 2043 dengan Bid-to-Cover Ratio (BCR) mencapai 24,77 kali.

Dengan kata lain, setiap Rp1 yang dimenangkan pemerintah diperebutkan oleh hampir Rp25 penawaran investor.

Tingginya persaingan juga terlihat pada PBS030 dan PBS038 yang masing-masing mencatat BCR sebesar 17,18 kali dan 17,04 kali.

Di sisi lain, seri sukuk negara jangka pendek (SPNS) menunjukkan tingkat kompetisi yang lebih moderat.

SPNS23112026 hanya membukukan BCR 1,06 kali, menandakan hampir seluruh penawaran yang masuk diserap pemerintah.

Dari sisi biaya pendanaan, pemerintah masih mampu menjaga yield penerbitan pada level yang relatif terkendali.

Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan berada pada kisaran 6,20% hingga 6,91%.

Untuk instrumen jangka pendek, SPNS13072026 dimenangkan pada yield 6,20%, sedangkan SPNS01032027 berada di level 6,68%.

Sementara itu, pada kelompok PBS, kurva yield menunjukkan kenaikan yang bertahap seiring tenor yang lebih panjang.

PBS030 dimenangkan pada yield 6,68857%, PBS040 sebesar 6,69714%, dan PBS005 sebesar 6,79546%.

Adapun yield tertinggi tercatat pada PBS038 yang jatuh tempo Desember 2049, yakni 6,90830%.

Secara keseluruhan, hasil lelang kali ini mencerminkan kuatnya permintaan investor terhadap SBSN, khususnya seri PBS berjangka panjang, meskipun yield bergerak naik tipis.

Total nominal yang dimenangkan dari delapan seri yang ditawarkan mencapai Rp8,85 triliun. (DK)