HRUM alokasikan capex sebesar US$310 juta pada 2026

Rabu, 03 Juni 2026

image

JAKARTA - PT Harum Energy Tbk (HRUM) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$310 juta untuk tahun buku 2026.  Head of Investor Relations HRUM, Regina Korompis menjelaskan, sebagian besar anggaran capex tersebut digunakan pada pengembangan bisnis non batu bara, terutama sektor nikel yang saat ini tengah berjalan. "Dari total anggaran sebesar US$310 juta tersebut, digunakan untuk pengembangan proyek nikel yang suda ada," ujar manajemen dalam paparan publik secara online, Rabu (3/6). Sementara itu, sisa anggaran akan digunakan untuk kebutuhan pemeliharaan rutin (maintenance) pada unit usaha pertambangan batu bara. Berdasarkan jenis aset, komposisi rencana capex 2026 didominasi oleh aset tetap dalam penyelesaian yang mencapai 56% dari total anggaran. Selanjutnya, 31% dialokasikan untuk alat berat, 7% untuk bangunan dan prasarana, 5% untuk properti pertambangan, serta 1% untuk aset tetap lainnya. Hingga 31 Maret 2026, HRUM telah merealisasikan belanja modal sebesar US$139 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar US$137 juta digunakan untuk pengembangan bisnis nikel, sedangkan sisanya dialokasikan untuk kegiatan pertambangan, logistik, dan kebutuhan operasional lainnya. Regina menuturkan bahwa sebagian besar capex yang terserap pada kuartal I/2026 merupakan kelanjutan dari program investasi yang telah direncanakan dan dianggarkan pada tahun sebelumnya. Meski demikian, Ia menegaskan realisasi belanja modal sepanjang tahun ini masih berpotensi berubah seiring perkembangan kondisi pasar, ketersediaan pendanaan, serta penyesuaian jadwal pelaksanaan proyek. Pada perdagangan saham sesi dua hari ini, hingga pukul 14.02 WIB, harga saham HRUM turun 8,07% ke level Rp740 per lembar. Dalam sebulan terakhir saja, saham HRUM merosot 25,25% dan dalam sejak awal 2026 anjlok 32,42%. (DK)