Kembangkan bisnis non-batu bara, SGER bidik laba Rp500 miliar di 2026
Kamis, 04 Juni 2026
JAKARTA - PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) optimistis dapat meningkatkan penjualan seiring berjalannya kontrak kerja sama yang telah terjalin dengan Vietnam dan Bangladesh.
Direktur SGER Raymond Ng Chi Ching menjelaskan bahwa Perseroan menargetkan pendapatan mencapai Rp10 triliun dengan laba bersih sekitar Rp500 miliar pada 2026.
Raymond mengatakan Perseroan terus memperluas sumber pendapatan melalui diversifikasi bisnis ke komoditas nonbatu bara, yakni Manganese Ore dan Petroleum Coke.
“Perseroan telah melakukan berbagai langkah persiapan, mulai dari penjajakan pasar, penguatan jaringan pemasok, hingga pengembangan hubungan dengan calon pelanggan potensial,” ujar Raymond dalam Laporan Hasil Public Expose yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/6).
Selain mengembangkan bisnis Manganese Ore dan Petroleum Coke, SGER juga tengah mempersiapkan operasional pabrik milik PT Hidrogen Peroxida Indonesia.
Hingga kini, pembangunan pabrik tersebut telah mencapai sekitar 97% dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal III 2026.
Meski memiliki sejumlah proyek pengembangan usaha, perseroan belum menetapkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) untuk 2026.
Menurut Raymond, kebutuhan investasi masih dalam tahap pembahasan di tingkat manajemen.
Pada perdagangan saham hari ini, Rabu (3/6), harga saham SGER turun 10,60% ke level Rp270 per lembar.
Dalam sebulan terakhir saja, saham SGER merosot 30,77% dan sejak awal 2026 anjlok 35,41%. (DK)