Thaksin segera bebas setelah dapat pengampunan dari raja

Rabu, 03 Juni 2026

image

BANGKOK - Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra akan dibebaskan dari sisa masa hukumannya setelah menerima pengampunan kerajaan.

Dikutip dari Reuters, hal tersebut disampaikan Menteri Kehakiman Thailand pada Rabu (3/6/26).

Thaksin sebelumnya telah dibebaskan bersyarat pada bulan lalu setelah menjalani delapan bulan masa tahanan.

Ia masih memiliki sisa hukuman lebih dari tiga bulan dari total hukuman satu tahun yang dijadwalkan berakhir pada September mendatang.

Raja Maha Vajiralongkorn memberikan pengampunan kepada sejumlah narapidana terpilih dalam rangka memperingati ulang tahun Ratu Suthida pada 3 Juni, sebagaimana diumumkan dalam lembaran resmi kerajaan yang diterbitkan pada Selasa malam.

Saat ditanya apakah Thaksin termasuk dalam daftar penerima pengampunan tersebut, Menteri Kehakiman Rutthaphon Naowarat membenarkannya.

Namun, ia mengatakan masih terdapat sejumlah prosedur administratif yang harus diselesaikan sebelum Thaksin secara resmi dibebaskan dan diperbolehkan melepas gelang pemantau elektronik yang dikenakannya.

Pengacara Thaksin, Winyat Chartmontri, mengaku belum dapat segera mengonfirmasi keputusan tersebut.

Namun, dikutip dari Reuters, ia menilai Thaksin tampaknya memenuhi syarat untuk memperoleh manfaat dari pengampunan kerajaan dan pembebasan berdasarkan kualifikasi yang dimilikinya.

Miliarder berusia 76 tahun itu kembali ke Thailand pada Agustus 2023 setelah menjalani pengasingan secara sukarela selama 15 tahun.

Ia pulang untuk menjalani hukuman delapan tahun penjara atas kasus konflik kepentingan dan penyalahgunaan kekuasaan saat menjabat sebagai perdana menteri pada periode 2001 hingga 2006.

Thaksin kembali ke Thailand pada hari yang sama ketika partai yang bersekutu dengannya berhasil memperoleh dukungan parlemen yang cukup untuk membentuk pemerintahan.

Namun, hanya beberapa jam setelah tiba di penjara, Thaksin dipindahkan ke rumah sakit dengan alasan mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan jantung dan dada.

Melalui pengampunan kerajaan, hukumannya kemudian dikurangi menjadi satu tahun. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama enam bulan, ia memperoleh pembebasan bersyarat.

Tahun lalu, Mahkamah Agung Thailand memerintahkan Thaksin kembali menjalani sisa hukumannya di penjara.

Pengadilan menilai masa perawatan yang dijalaninya di rumah sakit dalam waktu lama tidak sepenuhnya dapat dibenarkan sehingga sisa hukumannya harus dijalani dalam tahanan.

Selama dua dekade terakhir, Thaksin menjadi salah satu figur paling berpengaruh sekaligus paling kontroversial dalam politik Thailand. Pengaruhnya membentuk berbagai pemerintahan populis yang dipimpin atau didukung oleh keluarga Shinawatra.

Permasalahan hukumnya semakin kompleks setelah runtuhnya pemerintahan yang dipimpin Partai Pheu Thai tahun lalu dan naiknya mantan sekutu yang kemudian menjadi rival politiknya, Anutin Charnvirakul, ke posisi perdana menteri. (ARF)