Kurs rupiah pertama kali sentuh 14.000 per dolar SIngapura

Kamis, 04 Juni 2026

image

JAKARTA - Tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia semakin dalam. Nilai tukar rupiah menembus level Rp14.000 per dolar Singapura untuk pertama kalinya, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh ke level terendah dalam lima tahun.

Seperti dikutip StraitsTimes, pada perdagangan 3 Juni 2026, IHSG sempat merosot hingga 5,2% sebelum menutup sesi dengan penurunan 4,1%. Sepanjang 2026, indeks acuan Bursa Efek Indonesia telah terkoreksi sekitar 32%, menjadikannya salah satu pasar saham dengan kinerja terburuk di dunia tahun ini.

Di pasar valuta asing, rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat maupun dolar Singapura seiring kenaikan harga minyak dunia.

Mata uang Garuda ditutup di level Rp14.001 per dolar Singapura, atau melemah sekitar 0,3% dibanding penutupan sebelumnya.

Sepanjang tahun ini, rupiah telah kehilangan sekitar 8,6% terhadap mata uang Negeri Singa tersebut.

Tekanan terhadap rupiah dan pasar saham terjadi setelah surplus perdagangan Indonesia pada April hampir lenyap. Kenaikan tajam biaya impor minyak dan gas menggerus manfaat dari pertumbuhan ekspor.

Di saat yang sama, inflasi tahunan pada Mei mencapai 3,08%, lebih tinggi dari perkiraan ekonom dan semakin mendekati batas atas target Bank Indonesia.

Sejak awal tahun, rupiah telah terdepresiasi sekitar 7% terhadap dolar AS, menjadikannya salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di kelompok negara berkembang.

Cadangan devisa Indonesia juga turun ke level terendah dalam hampir dua tahun setelah Bank Indonesia meningkatkan intervensi untuk menahan pelemahan rupiah.

Penurunan cadangan devisa memicu kekhawatiran terhadap prospek peringkat utang Indonesia. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings dan Moody's sebelumnya telah menurunkan prospek (outlook) Indonesia sepanjang tahun ini.

Menurut Henry Wibowo, mantan strategist JPMorgan Chase dan pendiri Alphagate Capital, pasar mengkhawatirkan potensi pelebaran defisit fiskal yang dapat memicu penurunan peringkat kredit Indonesia.

"Kekhawatiran bahwa peringkat kredit dan prospek Indonesia mungkin akan diturunkan karena risiko defisit fiskal yang lebih besar" membebani pasar saham," kata Henry, seperti dikutip StraitsTimes.

Ia menambahkan pelemahan rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS semakin memperburuk sentimen investor terhadap aset domestik.

Selain faktor ekonomi, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan pemerintah terhadap sektor komoditas.

Presiden Prabowo Subianto pada Mei mengumumkan rencana pemerintah mengambil kendali langsung atas ekspor sejumlah komoditas strategis.

Kebijakan tersebut menekan saham sektor bahan baku yang pada perdagangan 3 Juni anjlok hampir 11%. Sepanjang Mei, indeks sektor ini telah merosot sekitar 23%.

Sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan politik dan hukum di dalam negeri. Pada hari yang sama, Kejaksaan Agung menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN), sehari setelah Presiden Prabowo mengganti Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya.

Sepanjang 2026, IHSG mencatat penurunan setiap bulan dan kini menuju kinerja tahunan terburuk sejak krisis keuangan global 2008.

Gelombang aksi jual juga membuat Indonesia kehilangan status sebagai pasar saham terbesar di Asia Tenggara. Posisi tersebut kini diambil alih Singapura setelah Indonesia mempertahankannya selama lima tahun.

Data menunjukkan investor asing telah menarik dana lebih dari US$3,2 miliar dari pasar saham Indonesia sepanjang tahun ini.(DH)