Pemakai token terbesar OpenAI habiskan 100 miliar token/bulan

Kamis, 04 Juni 2026

image

JAKARTA - CEO OpenAI, Sam Altman, mengungkap lonjakan konsumsi token kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif, bahkan mencapai ratusan miliar token per bulan untuk satu pengguna.

Seperti dikutip Businessinsider, dalam sebuah acara perusahaan pada Selasa, Altman mengatakan pengguna terbesar di OpenAI saat ini menghabiskan sekitar 100 miliar token setiap bulan.

Angka tersebut jauh melampaui tingkat penggunaan yang dianggap luar biasa beberapa tahun lalu.

"Saat ini, 6,5 tahun kemudian, itu kira-kira rata-rata per kapita di dunia," kata Altman, "dan pemimpin token di OpenAI menggunakan sekitar 100 miliar token per bulan."

Meski demikian, Altman mengaku pengguna terbesar di OpenAI bukanlah pemegang rekor global.

Menurutnya, perusahaan menemukan seseorang di luar OpenAI yang menggunakan token dalam jumlah lebih besar lagi.

"Ini memalukan secara pribadi," kata Altman, merujuk pada fakta bahwa rekor penggunaan token tertinggi tidak berasal dari internal perusahaan.

Altman membandingkan kondisi saat ini dengan enam setengah tahun lalu ketika pengguna terbesar di dunia hanya menghabiskan sekitar 100.000 token per bulan.

Saat ini, konsumsi token dalam skala besar telah menjadi bagian dari budaya kerja di OpenAI.

Perusahaan bahkan diketahui memiliki papan peringkat penggunaan token internal yang sering menjadi bahan kompetisi di kalangan karyawan.

Beberapa kasus menunjukkan tingkat penggunaan yang jauh lebih tinggi dari angka yang diungkap Altman.

Peter Steinberger, pencipta OpenClaw, pernah membagikan tangkapan layar yang menunjukkan konsumsi 603 miliar token dalam 30 hari.

Sementara laporan The New York Times menyebut seorang karyawan OpenAI menghabiskan 210 miliar token hanya dalam sepekan.

Lonjakan konsumsi tersebut terjadi ketika sejumlah perusahaan teknologi mulai meninjau ulang biaya penggunaan AI generatif.

Amazon dilaporkan menghentikan sistem peringkat penggunaan token internal, sementara Uber mulai menerapkan batas penggunaan token setelah biaya operasional AI dinilai semakin sulit dikendalikan.

Altman mengakui isu biaya AI kini menjadi perhatian utama perusahaan-perusahaan yang mengadopsi teknologi tersebut.

"Perusahaan saya menghabiskan seluruh anggaran tahun 2026 saya di kuartal pertama, dapatkah Anda membuatnya lebih efisien?" kata Altman, mengutip keluhan yang kini sering ia dengar dari pelanggan korporasi.

Menurutnya, perubahan sikap pasar terjadi sangat cepat. Pada awal 2026, biaya penggunaan AI belum menjadi persoalan besar bagi sebagian besar pelanggan.

"Orang-orang sangat senang dengan jumlah uang yang mereka belanjakan," ujarnya.

Namun situasi kini berubah drastis seiring meningkatnya penggunaan model AI yang lebih kompleks dan mahal. "Saat ini, biaya AI merupakan masalah besar," katanya.

Altman mengatakan OpenAI terus berupaya meningkatkan efisiensi model agar mampu memberikan nilai lebih tinggi dengan biaya yang lebih rendah bagi pelanggan.(DH)