Menanti rupiah stabil, IHSG berpotensi lanjut melemah

Kamis, 04 Juni 2026

image

JAKARTA ­– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis (4/6), setelah ditutup turun 4,11% ke level 5.941,07 pada Rabu.

Analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai pelemahan indeks saham di Wall Street pada Rabu, akan menjadi sentimen negatif bagi pasar saham. Pelemahan ini terjadi seiring kenaikan harga minyak mentah dan yield surat utang Amerika Serikat (AS).

Sementara dari dalam negeri, sentimen negatif datang dari pelemahan nilai tukar rupiah yang semakin dekat dengan Rp18.000/US$.

“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 5.840/5.740 dan resist 6.040/6.145,” jelas analis CGS International, dalam catatan yang disampaikan kepada investor pada Kamis.

Menurut data yang dihimpun IDNFinancials.com, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 1,21% pada Rabu, sementara S&P 500 turun 0,74%, dan Nasdaq Composite melemah 0,89%.

Dalam riset yang disampaikan, analis BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG tengah menghadapi tekanan sentimen eksternal dan domestik.

“Faktor utama yang membebani pasar antara lain outlook negatif Moody’s terhadap Danantara, pelemahan rupiah yang telah mencapai lebih dari 7% sejak awal tahun, serta sikap wait-and-see investor menjelang pengumuman klasifikasi pasar MSCI pada 18 Juni 2026,” jelas analis BRI Danareksa. Sementara secara teknikal, analis BRI Danareksa menilai IHSG berpotensi melanjutkan fase konsolidasi dengan area support di 5.850 dan resistance di 6.060.

Adapun fokus investor dalam jangka pendek, lanjut analis BRI Danareksa, akan tertuju pada perkembangan stabilitas rupiah dan respons pemerintah terhadap tekanan yang terjadi di pasar keuangan, hingga hasil evaluasi indeks global. Senada dengan pandangan itu, riset analis Phintraco Sekuritas menyoroti risiko kenaikan harga minyak mentah, yang berpotensi menambah laju inflasi. Dengan inflasi yang lebih tinggi, peluang bank sentral menaikkan suku bunga acuan diperkirakan akan lebih besar pada bulan ini.

Secara teknikal, jika IHSG ditutup di bawah level 5.900, maka berpotensi akan menguji level support berikutnya di 5.750-5.840,” jelas analis Phintraco Sekuritas. (KR)