MSCI akan rilis klasifikasi terbaru, RI bertahan di emerging market?
Kamis, 04 Juni 2026
JAKARTA – MSCI akan merilis hasil evaluasi tahunan terhadap aksesibilitas dan klasifikasi pasar modal global 2026 pada bulan ini.
Dalam tinjauan terakhir pada Juni 2025, pengelola indeks global ini menepatkan Indonesia dalam kategori emerging market.
Berdasarkan pengumuman yang dirilis pada 21 Mei lalu, MSCI akan mengumumkan Global Market Accessibility Review 2026 pada 18 Juni. Sementara hasil tinjauan Annual Market Classification 2026 akan disampaikan pada 23 Juni.
“Kedua pengumuman akan dirilis setelah pukul 22.30 CEST,” tulis MSCI dalam pengumumannya.
Dalam keterangan resminya, MSCI menyebut tinjauan aksesibilitas pasar ini bertujuan mengevaluasi berbagai aspek yang berkaitan dengan kemudahan investor global, sedangkan tinjauan klasifikasi tahunan menjadi dasar penetapan kategori suatu pasar bagi masing-masing negara.
Berdasarkan klasifikasi MSCI saat ini, Indonesia masuk dalam kelompok emerging markets kawasan Asia Pasifik (APAC) bersama China, India, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Thailand.
Sementara itu, negara-negara Asia Pasifik yang masuk kategori Developed Markets meliputi Australia, Hong Kong, Jepang, Selandia Baru, dan Singapura. Adapun yang tergolong Frontier Markets terdiri atas Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, dan Vietnam.
Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai keputusan tersebut termasuk akan menjadi fokus bagi investor, karena menjadi penentu bagi arus modal di pasar saham. Sikap wait and see ini, dinilai menjadi beban bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan.
“Dalam jangka pendek, fokus pasar akan tertuju pada perkembangan stabilitas rupiah, respons pemerintah terhadap tekanan pasar keuangan, serta hasil evaluasi indeks global yang berpotensi memengaruhi arus modal asing,” jelas analis BRI Danareksa Sekuritas, dalam riset yang disampaikan hari ini. (KR)