Penjualan robot humanoid di China melonjak

Kamis, 04 Juni 2026

image

JAKARTA - Industri robot humanoid China mulai bergerak ke pasar konsumen dengan dukungan penjualan yang meningkat, ekspansi ritel, serta lonjakan investasi.

Seperti dikutip GlobalTimes, UBTech melalui merek konsumennya, UWorld, membuka pemesanan awal robot humanoid hiper-realistis berukuran penuh yang diklaim sebagai yang pertama di dunia.

Produk tersebut mulai ditawarkan melalui platform JD.com dengan fokus pada fungsi pendamping emosional dan dijadwalkan resmi diluncurkan pada 30 Juni.

Konsumen dapat melakukan pemesanan dengan uang muka 3.000 yuan atau sekitar US$443 hingga 15 Juli. Hingga Selasa, sebanyak 38 unit telah dipesan.

Di saat yang sama, perusahaan teknologi China AgiBot akan membuka toko fisik pertamanya di Shanghai pada 13 Juni. Gerai tersebut akan menampilkan robot humanoid seri Expedition dan robot berkaki empat yang dapat berinteraksi langsung dengan pengunjung.

Konsep toko tersebut memungkinkan robot menjalankan berbagai fungsi operasional, mulai dari menyambut pelanggan hingga mendukung aktivitas di belakang layar. Model ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan penggunaan robot dalam aktivitas komersial sehari-hari.

Sebelumnya, Unitree Robotics telah membuka pusat pengalaman kecerdasan buatan (AI) berwujud pertama di Asia di Distrik Jing'an, Shanghai, pada 31 Mei.

Fasilitas tersebut memungkinkan masyarakat berinteraksi langsung dengan robot humanoid dan robot berkaki empat.

Analis industri Liu Dingding menilai maraknya pembukaan toko pengalaman robot menunjukkan perusahaan mulai berfokus membangun pasar dan memperkenalkan teknologi kepada konsumen.

“Tren ini menandakan bahwa komersialisasi robot humanoid di sisi konsumen semakin meningkat. Diperkirakan bahwa produsen domestik terkemuka dapat mencapai skala pengiriman tahunan sekitar 10.000 unit paling cepat tahun depan,” kata Liu.

Menurutnya, semakin banyak robot humanoid yang mulai digunakan di rumah tangga, sektor logistik, dan manufaktur akan mempercepat proses produksi massal dalam beberapa tahun mendatang.

Data China Media Group (CMG) menunjukkan pengiriman robot humanoid di China mencapai sekitar 18.000 unit pada 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi 62.500 unit pada 2026.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kemajuan teknologi komponen utama robot serta meningkatnya penggunaan komponen produksi dalam negeri. Tingkat lokalisasi yang lebih tinggi dinilai menjadi fondasi penting bagi produksi skala besar dan penerapan robot di berbagai sektor.

Modal Mengalir ke Industri Robot

Minat investor terhadap industri robot humanoid juga meningkat tajam sejak tahun lalu. Menurut data CMG, total pendanaan yang masuk ke industri robot humanoid pada kuartal I-2026 mencapai 68,1 miliar yuan. Nilai tersebut sudah melampaui total pendanaan sepanjang 2025.

Pada Maret saja, terdapat 50 transaksi pendanaan yang tercatat di sektor tersebut. Optimisme pasar juga tercermin dari langkah Unitree Robotics menuju bursa saham.

Pengajuan penawaran saham perdana (IPO) perusahaan di STAR Market telah memperoleh persetujuan dari Komite Pencatatan Bursa Efek Shanghai.

Unitree berencana menghimpun dana sebesar 4,2 miliar yuan untuk mendukung pengembangan model robot cerdas, produk robot generasi baru, serta pembangunan fasilitas manufaktur robot.

Liu memperkirakan peningkatan investasi riset dan pengembangan serta kemajuan sektor manufaktur cerdas China akan terus menekan biaya produksi robot humanoid.

Di sisi lain, peningkatan kemampuan teknologi memungkinkan robot menjalankan tugas yang semakin kompleks, termasuk pekerjaan rumah tangga yang membutuhkan gerakan lebih presisi.

Ia memperkirakan robot humanoid mulai digunakan secara terbatas di rumah tangga dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Adopsi dalam skala besar di pasar konsumen China diperkirakan dapat terjadi dalam rentang lima hingga sepuluh tahun mendatang.(DH)