Trump siapkan dana US$700 juta untuk industri batu bara AS
Kamis, 04 Juni 2026
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berencana menggunakan kewenangan pertahanan nasional era Perang Dingin untuk menyalurkan hampir US$700 juta guna mendukung fasilitas batu bara, menurut seorang pejabat Gedung Putih.
Dilansir dari Reuters, Trump kemungkinan akan mengumumkan paling cepat pada Kamis bahwa ia akan mengaktifkan Defense Production Act, undang-undang tahun 1950 yang memberikan presiden kewenangan luas atas industri yang terkait dengan keamanan nasional.
Langkah tersebut mencakup peningkatan lebih dari selusin pembangkit listrik tenaga batu bara, pembangunan terminal ekspor batu bara raksasa di Pantai Barat AS, serta penyediaan dana pendamping bagi perusahaan untuk membangun pembangkit listrik baru.
Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim tersebut mengatakan rincian kebijakan masih dapat berubah sebelum pengumuman resmi presiden.
Pemerintahan Trump memandang isu energi sebagai persoalan strategis, seiring meningkatnya kebutuhan listrik domestik untuk menopang pusat data kecerdasan buatan (AI) yang sangat boros energi, sekaligus untuk mengurangi ketergantungan pada negara-negara pesaing yang memiliki cadangan bahan bakar fosil besar.
Meski demikian, penggunaan batu bara di AS terus mengalami penurunan.
Jika sebelumnya batu bara menyumbang lebih dari separuh produksi listrik nasional, porsinya kini turun menjadi kurang dari seperlima dalam beberapa tahun terakhir.
Produsen listrik sebagian besar telah beralih ke gas alam yang lebih murah dan sumber energi terbarukan, di tengah kekhawatiran terhadap dampak bahan bakar fosil terhadap perubahan iklim serta meningkatnya ketergantungan pada rantai pasok global yang rentan.
Dari total dana US$700 juta yang direncanakan:
• Lebih dari US$350 juta akan digunakan untuk peningkatan 13 pembangkit listrik tenaga batu bara.
• US$185 juta akan menjadi dana pendamping bagi investasi korporasi pada fasilitas batu bara di Alaska, Maryland, dan West Virginia.
• US$75 juta akan dialokasikan untuk mendukung pembangunan terminal ekspor batu bara West Gateway yang telah lama direncanakan di California Utara.
(DK)