Bitcoin anjlok ke bawah US$62.000, sentuh level terendah 4 bulan
Kamis, 04 Juni 2026
WASHINGTON - Bitcoin merosot ke level terendah sejak awal konflik Iran setelah bentrokan baru di Timur Tengah kembali menekan sentimen pasar secara luas.
Mata uang kripto terbesar di dunia itu turun lebih dari 5% hingga di bawah US$62.000 pada perdagangan awal Kamis di Singapura, level terendah sejak 6 Februari.
Seperti dikutip Bloomberg, pelemahan tersebut memperpanjang tekanan sepanjang pekan ini, di mana bitcoin telah kehilangan sekitar 16% nilainya.
Penurunan itu bermula setelah perusahaan Strategy Inc. milik Michael Saylor menjual sekitar US$2,5 juta kepemilikan bitcoin mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir, Strategy menjadi salah satu pembeli bitcoin terbesar di dunia.
Saham perusahaan tersebut bahkan sering dianggap sebagai proksi bitcoin melalui model "digital asset treasury", yakni strategi membeli dan menyimpan aset kripto dalam jumlah besar.
Pasar menafsirkan penjualan sebagian kepemilikan bitcoin oleh Saylor sebagai sinyal negatif, meskipun ia sebelumnya telah mengisyaratkan kemungkinan perusahaan mulai menjual sebagian aset kriptonya.
"Harga bitcoin turun minggu ini karena Strategy melanggar janji 'tidak akan pernah menjual', yang mengguncang kepercayaan pasar," kata Josh Du, Chief Investment Officer di Animoca Brands.
Menurutnya, kenaikan harga minyak di tengah kondisi makroekonomi yang semakin ketat meningkatkan risiko bitcoin menembus level dukungan US$62.000 yang selama ini bertahan sejak perang Iran pecah.
Aksi jual tersebut menegaskan perbedaan kinerja bitcoin dengan saham-saham teknologi yang justru mencetak rekor tertinggi saat aset kripto itu terus melemah.
Sejak mencapai rekor tertinggi di atas US$126.000 pada Oktober tahun lalu, bitcoin telah kehilangan lebih dari separuh nilainya.
bitcoin juga masih rentan terhadap risiko makroekonomi.
Harga kembali turun setelah serangan semalam yang mengancam proses perundingan antara AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan damai sementara.
Saham-saham Asia dan kontrak berjangka indeks saham AS juga melemah pada Kamis pagi waktu Singapura, sejalan dengan penurunan bitcoin.
Aset kripto berkapitalisasi lebih kecil turut mengalami tekanan.
Ether, aset digital terbesar kedua di dunia, turun ke level terendah sejak April 2025.
Data CoinGlass menunjukkan sekitar US$1,5 miliar posisi beli (bullish bets) dilikuidasi dalam 24 jam terakhir, dengan hampir setengahnya terjadi dalam empat jam terakhir.
bitcoin menjadi kontributor terbesar dalam gelombang likuidasi tersebut.
Sementara itu, investor telah menarik hampir US$4 miliar dana dari ETF bitcoin yang tercatat di AS selama 12 sesi perdagangan terakhir.
Menurut data yang dihimpun Bloomberg, hal itu menjadi rangkaian arus keluar dana terpanjang yang pernah tercatat untuk produk investasi tersebut. (DK)