WBSA siap caplok Bermuda Inovasi Logistik, tepati janji IPO

Kamis, 04 Juni 2026

image

JAKARTA – PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) siap mengakuisisi 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL) – sesuai dengan rencana yang ditetapkan saat Perseroan debut di pasar modal Indonesia pada April lalu.

Dalam prospektus penawaran saham perdananya (IPO), manajemen WBSA menyebutkan bahwa Perseroan akan mengalokasikan sekitar Rp215 miliar dana hasil IPO sebesar Rp302,4 miliar untuk transaksi akuisisi BIL tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi Perseroan, BNL menguasai 99,99% saham BIL, sedangkan 0,01% sisanya dimiliki oleh Edwin Wibowo.

Di sisi lain, BIL dan BNL juga merupakan entitas afiliasi WBSA, karena ketiganya memiliki penerima manfaat akhir yang sama, yaitu Edwin Wibowo dan Andree.

Akuisisi ini dilakukan dengan tujuan menambah dan mengonsolidasikan layanan angkutan laut dalam Perseroan, sehingga WBSA dapat menawarkan jasa logistik multimoda yang lebih lengkap dan terintegrasi.

Pasalnya, setelah akuisisi ini, maka WBSA akan mengendalikan BIL serta satu anak usahanya, PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), yaitu entitas yang berfokus di bidang pelayaran.

“Perseroan akan memperoleh kepemilikan pengendali atas BMI sebagai entitas operasional di bidang pelayaran dan mengintegrasikan kapabilitas angkutan laut yang telah beroperasi tersebut ke dalam kelompok usaha Perseroan,” jelas manajemen dalam keterangan resminya, Kamis (4/6).

WBSA juga berharap bahwa akuisisi BIL dapat memperluas eksposur Perseroan ke sektor industri yang berbeda, serta ke wilayah operasi lainnya, termasukKalimantan Selatan, Sulawesi Utara dan Tengah, serta wilayah kepulauan di Indonesia timur.

“Dengan bertambahnya cakupan geografis dan skala usaha pasca rencana transaksi, Perseroan akan memiliki posisi dan pangsa pasar yang lebih kuat di segmen logistik business to business (B2B),” jelas manajemen.

Di sisi lain, mengacu pada keterangan resmi, BIL masih membukukan kerugian bersih Rp4,6 miliar per akhir 2025, sedangkan WBSA telah mencatat laba bersih hingga Rp45,3 miliar.

Sebelum Perseroan melancarkan aksi pengambilalihan pihak afiliasi ini, WBSA akan meminta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa bagi Pemegang Saham Independen pada Jumat (5/6) besok.

Sebagai catatan, transaksi ini bernilai Rp215 miliar, atau melebihi 50% ekuitas WBSA per Desember 2025, yaitu sebesar Rp351,6 miliar.

Namun, dengan akuisisi ini, Perseroan akan mendapatkan tambahan total aset senilai Rp492,2 miliar dari BIL dan BMI, terdiri dari ekuitas senilai Rp109,4 miliar dan liabilitas Rp382,8 miliar. (ZH)