Dividen INCO berpotensi melonjak 46% seiring pelemahan rupiah

Kamis, 04 Juni 2026

image

JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (INCO), emiten tambang nikel terintegrasi, siap membagikan 60% laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen tunai, yaitu sebesar US$45,6 juta atau US$0,00433 per lembar.

Nilai tersebut setara dengan Rp823,4 miliar, atau Rp78,1 per lembar, jika mengacu pada kurs Rp18.041 per US$ pada Kamis (4/6).

Menurut data IDNFinancials.com, rasio pembayaran dividen INCO tak berubah dari dividen tahun buku 2024 sebesar 60%, meski labanya melonjak 32% secara tahunan pada 2025 menjadi US$76,1 juta.

Namun, jumlah dividen per lembar INCO untuk tahun 2025 berpotensi melonjak hingga 46% akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar dalam satu tahun terakhir.

INCO membagikan dividen tahun buku 2024 sebesar US$0,00329 per lembar – yang berarti bahwa dividen dalam dolar AS naik 31,6% secara tahunan.

Namun, jika dihitung dalam rupiah, kenaikan dividen ini dapat mencapai 46,2%, jika dibandingkan Rp53,4 per lembar pada 16 Juni 2025 lalu menurut kurs Rp16.255 per US$.

Sebagai catatan, mengutip data Investing.com, dalam setahun terakhir, dolar AS tengah menguat 10,74% terhadap rupiah – membawa rupiah berkali-kali menyentuh level terendahnya sepanjang masa menembus Rp18.000 lebih.

Namun, Perseroan menegaskan bahwa dividen tahun buku 2025 akan dibayarkan dalam rupiah berdasarkan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal 12 Juni 2026 mendatang.

Berikut adalah jadwal pembagian dividen INCO untuk tahun buku 2025:

  • Cum dan ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 10 dan 11 Juni 2026
  • Cum dan ex dividen di pasar tunai: 12 dan 15 Juni 2026
  • Tanggal tutup buku dividen (recording date): 12 Juni 2026
  • Tanggal pembayaran dividen: 26 Juni 2026

Sebagai pemilik 34% saham INCO, MIND ID akan meraup sekitar US$15,5 juta atau sekitar Rp280 miliar, sedangkan induknya di Kanada, Vale Canada Ltd, mendapat Rp279 miliar dari kepemilikan 33,9%. (ZH)