Bitcoin anjlok, likuidasi otomatis kripto sentuh US$1,1 miliar

Kamis, 04 Juni 2026

image

JAKARTA - Pasar aset kripto mengalami tekanan besar setelah nilai likuidasi posisi perdagangan menembus US$1,1 miliar dalam 24 jam terakhir. Gelombang aksi jual mendorong bitcoin turun hingga mendekati US$63.000 dan memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi pelemahan lebih lanjut menuju level US$60.000.

Seperti dikutip Finance.Yahoo, data CoinGlass menunjukkan total likuidasi di pasar kripto mencapai lebih dari US$1,1 miliar. Sebagian besar kerugian berasal dari posisi beli (long) yang mencapai sekitar US$945 juta.

Tekanan jual meningkat setelah bitcoin turun ke kisaran US$63.092, level terendah penutupan harian sejak Februari.

Penurunan tersebut memicu likuidasi otomatis pada sejumlah posisi leverage dan mempercepat aksi jual di pasar.

Likuidasi terjadi ketika posisi perdagangan dengan pinjaman (leverage) ditutup secara paksa karena harga aset bergerak berlawanan dengan posisi investor dan menembus batas jaminan yang ditentukan.

Sejumlah faktor memicu pelemahan pasar. Ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di Timur Tengah, khususnya terkait konflik Iran, mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Di saat yang sama, arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot menambah tekanan dari kalangan investor institusi.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh langkah Strategy yang menjual sebagian kecil kepemilikan Bitcoin untuk memenuhi kewajiban pembayaran dividen. Penjualan tersebut merupakan yang pertama sejak runtuhnya FTX pada 2022. Meski volume penjualan relatif kecil dibanding total kepemilikan perusahaan, langkah tersebut memicu kehati-hatian di kalangan pelaku pasar.

Faktor makroekonomi turut memperburuk kondisi. Investor menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, sementara aksi ambil untung setelah reli sebelumnya dan merosotnya indeks Crypto Fear & Greed ke zona " Ketakutan Ekstrim" memperbesar tekanan jual.

Altcoin Ikut Tertekan

Pelemahan Bitcoin menjalar ke aset kripto lainnya. Ethereum turun di bawah US$1.800, sementara Solana dan sejumlah aset digital berkapitalisasi besar lainnya mencatat penurunan yang lebih tajam secara persentase. XRP bahkan menyentuh level terendahnya sepanjang tahun berjalan.

Pelaku pasar kini memperdebatkan arah pergerakan berikutnya. Sebagian analis menilai Bitcoin masih berisiko turun menuju US$60.000 atau lebih rendah apabila tekanan makroekonomi dan gelombang likuidasi berlanjut.

Namun sebagian lainnya melihat koreksi saat ini sebagai peluang akumulasi. Mereka menilai minat institusi terhadap Bitcoin masih terjaga dan pembersihan posisi leverage dalam skala besar dapat menciptakan fondasi yang lebih sehat bagi pemulihan harga.

Untuk sementara, sentimen pasar masih didominasi sikap menghindari risiko (risk-off). Volatilitas tetap tinggi dan banyak pelaku pasar memilih strategi pembelian bertahap sembari menunggu arah pasar yang lebih jelas.(DH)