Dividen naik 61% usai laba meroket, MIDI tebar dividen Rp11,85

Kamis, 04 Juni 2026

image

JAKARTA - PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) memutuskan untuk meningkatkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) menjadi 50% dari laba bersih tahun buku 2025, naik dari 45% pada tahun sebelumnya.

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (4/6). 

"Dividen yang akan dibagikan adalah sejumlah Rp396,2 miliar. Per lembarnya sebesar Rp11,85 per lembar. Ini ekuivalen 50% dari laba bersih tahun 2025," ujar Corporate Secretary MIDI, Suantopo Po, dalam paparan publik di Alfa Tower, Tangerang, Kamis (4/6).

Menurut Suantopo, nilai dividen yang dibagikan tahun ini meningkat 61% dibandingkan dividen tahun buku 2024, sejalan dengan pertumbuhan laba perseroan yang signifikan sepanjang 2025.

Pada 2025, MIDI membukukan laba bersih sebesar Rp792,36 miliar, meningkat 45,01% dibandingkan Rp546,41 miliar pada 2024.

Sebagai perbandingan, pada tahun lalu MIDI membagikan dividen tunai sebesar Rp245,7 miliar atau setara Rp7,35 per saham.

Jumlah tersebut merepresentasikan 45% dari laba bersih tahun buku 2024 dan telah didistribusikan kepada pemegang saham pada 18 Juni 2025.

Untuk dividen tahun buku 2025, pembayaran akan dilakukan pada tanggal 25 Juni 2026, menurut Suantopo.

Selain membagikan dividen, MIDI juga melanjutkan ekspansi bisnisnya. Hingga akhir Maret 2026, perseroan mengoperasikan 2.627 gerai, bertambah 40 gerai dibandingkan posisi akhir 2025 sebanyak 2.587 gerai.

Rinciannya terdiri atas 2.541 gerai Alfamidi, 82 gerai Alfamidi Super, dan 4 gerai Midi Fresh.

Untuk sepanjang 2026, perseroan menargetkan pembukaan 200 gerai baru dengan dukungan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp1,5 triliun.

Selain ekspansi jaringan gerai, MIDI juga berencana melanjutkan pemasangan panel surya pada dua gudang dan 25 gerai selama 2026 sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan. (DK/ZH)