Gaet pembeli Tiongkok, trader mulai diskon harga minyak Tiongkok

Kamis, 04 Juni 2026

image

SINGAPURA - Harga minyak Iran mulai diperdagangkan dengan diskon untuk pertama kalinya sejak April, sementara premi minyak mentah Rusia juga melemah. Para pedagang menurunkan harga untuk menarik minat pembeli dari Tiongkok yang tengah menghadapi permintaan yang lesu.

Dikutip dari Reuters, pelemahan harga minyak Iran dan Rusia di Tiongkok, yang merupakan konsumen minyak terbesar dunia, diperkirakan akan menurunkan pendapatan kedua negara. Bagi Iran, kondisi tersebut terjadi imbas blokade Amerika Serikat yang telah memangkas ekspor minyaknya secara signifikan.

Tiga sumber perdagangan menyebutkan minyak mentah Iranian Light untuk pengiriman bulan ini ke Provinsi Shandong, Tiongkok, ditawarkan dengan diskon sebesar US$0,50 hingga US$1 per barel terhadap kontrak ICE Brent. Kondisi tersebut berbalik dari dua bulan sebelumnya ketika minyak Iran masih diperdagangkan dengan premi sebesar US$1 hingga US$2 per barel.

Provinsi Shandong merupakan basis utama kilang independen Tiongkok atau yang dikenal sebagai teapot refiners, yang selama ini menjadi konsumen utama minyak dari negara-negara yang terkena sanksi.

Harga minyak mentah ESPO asal Rusia, yang juga banyak digunakan kilang independen Tiongkok, turut melemah. Untuk pengiriman Juni, premi minyak ESPO turun menjadi sekitar US$3 hingga US$4 per barel terhadap ICE Brent, dari sebelumnya US$4 hingga US$5 per barel pada bulan lalu.

Analis senior minyak mentah Kpler, Xu Muyu, mengatakan pembeli di Tiongkok tidak mempercepat pembelian meskipun pasokan relatif ketat karena harga minyak masih dianggap terlalu tinggi bagi kilang independen yang saat ini mengalami tekanan kerugian.

Menurutnya, banyak kilang independen juga mulai menurunkan tingkat operasional sehingga permintaan minyak ikut menurun.

Sejumlah kilang independen di Tiongkok memangkas produksi pada Mei akibat tingginya biaya minyak mentah dan lemahnya permintaan bahan bakar yang menekan margin keuntungan.

Data Kpler menunjukkan impor minyak mentah Iran ke Tiongkok pada Mei turun menjadi 1,10 juta barel per hari, level terendah sejak Januari 2025. Sementara itu, impor minyak Rusia tercatat sebesar 1,04 juta barel per hari, terendah sejak Agustus tahun lalu.

Ekspor Minyak Iran Menyusut

Pelemahan harga minyak Iran terjadi meskipun ekspor dan persediaan minyaknya di luar negeri terus menurun.

Berdasarkan data Kpler, ekspor minyak mentah Iran pada Mei hanya mencapai 260.000 barel per hari, level terendah dalam enam tahun terakhir. Angka tersebut kurang dari seperlima rata-rata ekspor Iran sepanjang 2025 yang mencapai 1,67 juta barel per hari.

Sementara itu, data OilX menunjukkan ekspor minyak Iran pada Mei berada di level 118.300 barel per hari, jauh di bawah rata-rata 2025 yang mencapai 1,88 juta barel per hari.

Xu menambahkan volume minyak Iran yang masih berada di laut di luar zona blokade telah turun menjadi sekitar 79 juta barel, dari sekitar 130 juta barel pada pertengahan April saat blokade Amerika Serikat mulai diberlakukan. (ARF)