Investor tarik dana besar-besaran dari ETF bitcoin dan altcoin
Kamis, 04 Juni 2026
NEW YORK - Dana yang diperdagangkan di bursa berbasis aset kripto (EFT) seperti bitcoin (BTC), ether (ETH), solana (SOL), dan XRP mengalami arus keluar dana (outflow) besar-besaran dalam 13 hari perdagangan berturut-turut. Di tengah tekanan tersebut, hanya ETF yang terkait dengan token Hyperliquid (HYPE) yang masih mencatat arus masuk dana bersih.
Dikutip dari CoinDesk, ETF spot bitcoin di Amerika Serikat kembali mencatat outflow sebesar US$396,6 juta pada Rabu (3/6). Dengan demikian, total dana yang keluar dari produk tersebut sejak pertengahan Mei 2026 telah menyentuh US$4,37 miliar.
Arus keluar dana juga mulai melanda ETF berbasis ether, solana, dan XRP. Kondisi ini membalikkan tren sebelumnya ketika ETF altcoin masih mampu menarik minat investor ritel meskipun ETF bitcoin mengalami tekanan.
ETF spot bitcoin terbesar berdasarkan nilai aset kelolaan, yakni IBIT milik BlackRock, mencatat penarikan dana terbesar dengan nilai mencapai US$342,34 juta. Sementara itu, ETF FBTC milik Fidelity mencatat penarikan dana sebesar US$54,26 juta.
Seiring pelemahan harga bitcoin ke kisaran US$65.462 dari level di atas US$71.000 pada awal pekan, nilai aset kelolaan seluruh ETF spot bitcoin di Amerika Serikat turun dari US$104,29 miliar pada 15 Mei menjadi US$82,83 miliar pada Rabu (3/6).
Penurunan tersebut setara dengan penyusutan sekitar US$21,46 miliar dalam waktu kurang dari tiga pekan. Kombinasi antara penarikan dana investor dan koreksi harga bitcoin menjadi faktor utama di balik penurunan tersebut.
Porsi aset ETF bitcoin terhadap total kapitalisasi pasar bitcoin yang beredar juga turun menjadi 6,36%, dibandingkan lebih dari 7% pada puncaknya pada Mei lalu.
Bank investasi Citi menyebut arus keluar dana ETF spot Bitcoin menjelaskan sekitar 45% pergerakan harga mingguan bitcoin dan menjadi salah satu indikator utama adopsi investor terhadap aset kripto.
Menurut Citi, sentimen pasar berpotensi tetap lemah selama arus dana ETF masih berada di wilayah negatif dan rancangan regulasi struktur pasar kripto di Amerika Serikat belum menunjukkan kemajuan berarti. (ARF)
ETF Ether, Solana, dan XRP ikut tertekan
Tekanan tidak hanya terjadi pada bitcoin. ETF ether mencatat outflow gabungan sebesar US$52,94 juta dalam sehari.
Produk ETHA milik BlackRock menyumbang hampir seluruh penarikan dana tersebut dengan nilai mencapai US$51,58 juta.
Pada saat yang sama, harga ether turun hingga diperdagangkan di bawah US$1.900 per koin.
ETF berbasis Solana juga mencatat arus keluar dana sebesar US$12,74 juta. Sebagian besar berasal dari produk BSOL milik Bitwise yang kehilangan dana sebesar US$11,56 juta.
Sementara itu, ETF XRP mengalami outflow sebesar US$5,34 juta, dengan produk unggulan Bitwise menjadi kontributor utama penarikan dana.
Baik ETF Solana maupun XRP kini mengikuti jejak ETF bitcoin dan ether yang telah mencatat arus keluar dana selama beberapa sesi perdagangan berturut-turut.
HYPE jadi pengecualian
Di tengah pelemahan hampir seluruh ETF kripto utama, produk yang terkait dengan Hyperliquid (HYPE) justru menjadi pengecualian.
ETF THYP milik 21Shares mencatat arus masuk dana sebesar US$2,99 juta pada Rabu. Sejak diluncurkan pada 12 Mei, total dana yang masuk ke ETF HYPE telah mencapai US$139,51 juta dengan total aset kelolaan sebesar US$192,01 juta.
Harga token HYPE juga naik sekitar 3,45% menjadi US$73,39 ketika sebagian besar aset kripto lainnya mengalami penurunan.
Pada hari yang sama, Grayscale meluncurkan ETF HYPE miliknya sendiri dengan kode HYPG. Produk tersebut dipasarkan sebagai ETF spot HYPE dengan biaya pengelolaan terendah di Amerika Serikat, lebih murah dibandingkan produk serupa milik Bitwise maupun 21Shares. (ARF)