BlackRock berbalik bearish terhadap obligasi AS tenor panjang, kenapa?
Jumat, 05 Desember 2025

NEW YORK – BlackRock Investment Institute (BII) menyatakan bersikap bearish terhadap obligasi pemerintah AS tenor panjang.
Alasannya, seperti dikutip Reuter, Selasa (2/12), gelombang pembiayaan baru terkait investasi kecerdasan buatan (AI) diperkirakan mendorong kenaikan biaya pinjaman dan memperburuk kekhawatiran atas lonjakan utang pemerintah AS.
Dalam beberapa pekan terakhir, investor semakin menyoroti bagaimana ekspansi besar perusahaan teknologi ke sektor AI bisa memicu tambahan utang ratusan miliar dolar dalam beberapa tahun ke depan.
Leverage baru itu tidak dipandang membahayakan neraca keuangan sektor teknologi yang masih kuat, namun prosesnya terjadi di tengah tingginya utang publik AS dan negara maju lain, sehingga memicu kekhawatiran lebih luas tentang meningkatnya risiko leverage dalam sistem keuangan.
“Kenaikan kebutuhan pinjaman di sektor publik maupun swasta kemungkinan akan menjaga tekanan ke atas terhadap suku bunga,” kata BII dalam laporan Global Investment Outlook 2026.
Divisi riset investasi BlackRock itu menurunkan pandangannya terhadap obligasi AS jangka panjang menjadi underweight untuk periode enam hingga 12 bulan ke depan, dari sebelumnya netral.
Menurut BII, kenaikan biaya modal struktural akan meningkatkan biaya investasi AI dan berdampak pada ekonomi secara keseluruhan. “Sistem dengan leverage lebih tinggi juga lebih rentan terhadap guncangan, seperti lonjakan imbal hasil obligasi akibat kekhawatiran fiskal atau ketegangan kebijakan antara pengendalian inflasi dan beban bunga utang,” tulis laporan tersebut.
Utang nasional AS saat ini berada pada rekor lebih dari US$38 triliun. BII menambahkan bahwa walaupun lonjakan produktivitas yang didorong AI pada akhirnya dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dan meringankan beban utang AS, perubahan tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Meski begitu, BlackRock tetap optimistis bahwa investasi terkait AI akan menjadi pendorong utama pasar saham AS tahun depan. BII melihat bahwa pendapatan baru berbasis AI akan mengangkat ekonomi secara luas, namun manfaatnya tidak akan merata, sebagian perusahaan akan lebih diuntungkan dibanding lainnya.
“Aliran pendapatan baru berbasis AI akan muncul. Bagaimana pendapatan tersebut terbagi masih terus berkembang dan belum jelas. Menemukan pemenang akan menjadi cerita investasi yang sangat aktif,” kata BlackRock.
Di luar AS, BlackRock juga menurunkan pandangannya terhadap obligasi pemerintah Jepang untuk periode 6–12 bulan karena prospek kenaikan suku bunga dan peningkatan penerbitan obligasi.
Sebaliknya, BlackRock kini mengambil posisi overweight terhadap surat utang negara berkembang berdenominasi mata uang keras, dari sebelumnya underweight, didorong oleh minimnya penerbitan dan kondisi fiskal yang relatif sehat di banyak ekonomi berkembang. (YS)