Pesanan SUV listrik BYD melonjak, peluncuran resmi ditunda ke Juni
Kamis, 04 Juni 2026
BEIJING - SUV listrik terbaru milik BYD menarik perhatian pasar begitu besar hingga perusahaan terpaksa menunda peluncuran resminya.
Dikutip dari YahooAutos, antusiasme konsumen terhadap SUV listrik tiga baris bernama Datang melampaui perkiraan perusahaan.
Dalam 24 jam pertama setelah diperkenalkan pada ajang Beijing Auto Show pada April lalu, kendaraan tersebut telah mengantongi lebih dari 30.000 pesanan awal. Pada awal Mei, jumlah pemesanan melampaui 100.000 unit.
SUV berukuran penuh tersebut semula dijadwalkan meluncur pada akhir Mei. Namun, BYD memutuskan menunda peluncurannya hingga 8 Juni guna memberi waktu untuk memenuhi tingginya permintaan pasar.
CEO BYD, Wang Chuanfu, juga mengungkapkan bahwa permintaan terhadap kendaraan yang menggunakan teknologi Blade Battery 2.0 telah melampaui kapasitas produksi perusahaan saat ini.
Salah satu faktor yang mendorong tingginya minat konsumen adalah spesifikasi kendaraan tersebut.
BYD mengklaim Datang mampu menempuh jarak hingga sekitar 950 kilometer dalam sekali pengisian daya. Di pasar Tiongkok, SUV ini dibanderol mulai dari sekitar US$36.500.
Selain itu, Datang diklaim dapat mengisi daya baterai dari 10% menjadi 70% hanya dalam waktu sekitar lima menit melalui teknologi Flash Charging yang dikembangkan BYD.
SUV berkapasitas tujuh penumpang ini juga dibekali berbagai fitur premium, termasuk konfigurasi kursi 2+2+3, layar digital yang membentang di dasbor, layar hiburan untuk penumpang belakang, serta sistem LiDAR di bagian atap untuk mendukung fitur bantuan mengemudi canggih.
Popularitas awal Datang menunjukkan tingginya permintaan terhadap kendaraan listrik yang menawarkan kombinasi jarak tempuh panjang, pengisian daya cepat, serta ruang kabin yang luas dengan harga yang relatif terjangkau.
Kendaraan listrik juga dinilai mampu menekan biaya kepemilikan kendaraan dalam jangka panjang.
Pengguna dapat mengurangi pengeluaran bahan bakar, sementara biaya perawatan rutin cenderung lebih rendah karena kendaraan listrik tidak memerlukan penggantian oli dan memiliki lebih sedikit komponen bergerak dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Selain itu, penggunaan kendaraan listrik dapat membantu meningkatkan kualitas udara karena tidak menghasilkan emisi gas buang dari knalpot.
Hingga saat ini belum ada kepastian apakah Datang akan dipasarkan di Amerika Serikat.
Namun, perkembangan teknologi baterai dan pengisian daya yang semakin cepat dinilai membuat kendaraan listrik menjadi pilihan yang semakin praktis, terutama bagi keluarga besar yang selama ini masih bergantung pada kendaraan berbahan bakar bensin.
BYD juga terus memperluas penggunaan teknologi baterai dan pengisian daya terbarunya ke berbagai model kendaraan lain.
Perusahaan menyebut model Song Ultra EV juga memperoleh respons pasar yang kuat, menunjukkan bahwa konsumen semakin tertarik pada kendaraan listrik yang menawarkan jarak tempuh lebih jauh, pengisian daya lebih cepat, serta harga yang kompetitif.
Persaingan yang semakin ketat di industri kendaraan listrik diperkirakan akan memberikan manfaat bagi konsumen melalui pilihan produk yang lebih beragam, fitur yang semakin baik, serta harga yang lebih kompetitif. (ARF)