Dikepung Amerika, ekspor minyak Venezuela ke Tiongkok tetap naik

Jumat, 05 Desember 2025

image

JAKARTA - Ekspor minyak Venezuela naik sedikit menjadi sekitar 921.000 barel per hari (bpd) pada November, tingkat rata-rata bulanan tertinggi ketiga sepanjang tahun ini.

Kenaikan ini, seperti duktip Reuters, Kamis (4/12), terjadi ketika negara tersebut menggunakan lebih banyak bahan pengencer (diluent) untuk memproduksi jenis minyak yang dapat diekspor, berdasarkan data pelayaran dan dokumen internal.

Venezuela, anggota OPEC, berada di bawah tekanan politik yang meningkat dari Amerika Serikat, yang dalam beberapa minggu terakhir menghancurkan sejumlah kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba di Karibia, dan bahkan mengancam memperluas operasi militernya ke target di daratan Venezuela.

Kebakaran besar di salah satu fasilitas upgrader bulan lalu memaksa penghentian operasional dan membatasi kemampuan PDVSA memproduksi minyak mentah yang telah di-upgrade.

Namun, PDVSA baru-baru ini meningkatkan impor nafta untuk digunakan sebagai pengencer minyak super berat dan sebagai bahan produksi bensin domestik. Langkah ini membantu negara tersebut menghindari penurunan ekspor pada November, menurut dokumen perusahaan.

Ekspor minyak mentah dan bahan bakar pada November 3% lebih tinggi dibanding Oktober, tetapi masih 5% lebih rendah dari tahun lalu.

Tiongkok kembali menjadi tujuan utama ekspor Venezuela, menerima sekitar 80% dari total pengiriman atau sekitar 746.000 bpd.

Ekspor ke Amerika Serikat juga meningkat, dikirim melalui mitra PDVSA, Chevron, menjadi sekitar 150.000 bpd, naik dari 128.000 bpd pada Oktober.Sekutu politik Venezuela, Kuba, menerima sekitar 24.000 bpd berupa minyak mentah, bensin, dan bahan bakar pesawat.

Ekspor produk sampingan minyak dan petrokimia juga naik menjadi sekitar 277.000 ton, dari 195.000 ton pada Oktober.

Impor minyak ringan dan bahan bakar melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 167.000 bpd, dari 74.000 bpd pada Oktober. Chevron memasok nafta berat AS untuk proyek joint venture berdasarkan otorisasi pemerintah AS, sementara PDVSA juga menerima impor nafta dari pemasok lain, termasuk Rusia.

Kehadiran kapal-kapal militer AS di Laut Karibia tidak mengganggu alur impor dan ekspor minyak Venezuela bulan lalu. Persediaan minyak mentah juga membantu PDVSA mengimbangi penurunan pemrosesan minyak di Sabuk Orinoco, menurut data dan dokumen terkait.

Seperti diketahui Venezuela memiliki akses ke Samudra Atlantik tanpa melewati titik di Karibia yang dijaga AS. Secara geografis, Venezuela langsung berbatasan dengan Atlantik, jadi kapal tanker bisa keluar menuju Tiongkok. Ekspor ke Tiongkok biasanya lewat jalur: Atlantik - Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) Afrika - Samudra Hindia - Tiongkok

Jalur ini panjang, tapi aman, tidak butuh izin AS, tidak bergantung pada Panama, sulit dipantau secara penuh. Karena itu 80% ekspor Venezuela ke Tiongkok tetap lancar. (YS)