Lebih murah, perusahaan AS mulai pakai Tiongkok DeepSeek

Jumat, 05 Juni 2026

image

NEW YORK - Semakin banyak perusahaan di Amerika Serikat mulai beralih ke DeepSeek, perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok, sebagai alternatif yang lebih murah dibandingkan layanan AI dari perusahaan Silicon Valley seperti OpenAI dan Anthropic.

Menurut laporan terbaru dari platform pengelolaan pengeluaran korporasi Ramp yang berbasis di New York, DeepSeek menempati posisi teratas dalam daftar trending software vendors pada Juni 2026.

Daftar tersebut melacak vendor perangkat lunak yang pertama kali digunakan oleh perusahaan-perusahaan pelanggan.

Pencapaian tersebut menempatkan DeepSeek di atas platform manajemen acara PheedLoop dan platform layanan model AI berbasis open-source Fireworks AI.

Dikutip dari South China Morning Post, Ekonom Utama Ramp Economics Lab, Ara Kharazian, mengatakan perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat bahkan melakukan pembayaran langsung kepada DeepSeek.

Hal ini menunjukkan bahwa mereka mengirim dan menerima data langsung melalui server DeepSeek, bukan menjalankan model AI terbuka milik perusahaan tersebut di server internal mereka sendiri.

Menurut Kharazian, fenomena tersebut menjadi salah satu indikasi terbesar bahwa perusahaan-perusahaan mulai mencari alternatif yang lebih murah dibandingkan OpenAI dan Anthropic.

"Sebagian perusahaan bersedia menggunakan model AI Tiongkok yang lebih murah dan mengirimkan data melalui server yang berlokasi di Tiongkok," ujarnya dalam unggahan media sosial.

Ini bukan pertama kalinya DeepSeek mengalami lonjakan popularitas. Berdasarkan Ramp AI Index, tingkat adopsi DeepSeek oleh perusahaan Amerika sempat meningkat menjadi 0,3% pada Januari 2025 sebelum turun kembali ke 0,1%.

Pada April 2026, tingkat adopsinya masih berada di kisaran 0,1%. Sebagai perbandingan, Anthropic dan OpenAI masih mendominasi pasar dengan tingkat adopsi masing-masing sebesar 34,4% dan 32,3%.

Ramp tidak mengungkapkan angka pangsa pasar terbaru untuk Juni.

Meski demikian, Kharazian menilai tren tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap DeepSeek kembali meningkat, meskipun ia mengingatkan bahwa keberlanjutan tren tersebut masih perlu dibuktikan.

Tren AI Open Source Menguat

Kebangkitan DeepSeek terjadi di tengah meningkatnya minat terhadap model AI berbasis open-source.

Selain DeepSeek, sejumlah platform seperti Fireworks AI, Fal AI, dan DeepInfra juga masuk dalam daftar vendor perangkat lunak yang tengah naik daun pada Juni. Perkembangan kemampuan model AI terbuka dinilai semakin mampu menyaingi model komersial premium dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Fireworks AI mengungkapkan bahwa model GLM 5.1 milik perusahaan Tiongkok, Zhipu AI, menjadi model open-source dengan kinerja terbaik dalam pengujian Harvey's Legal Agent Benchmark (LAB), yang digunakan untuk mengukur kemampuan AI dalam menangani pekerjaan hukum yang kompleks.

Model tersebut berada tepat di bawah Claude Opus 4.7 milik Anthropic dan memiliki performa yang sebanding dengan GPT-5.5 milik OpenAI.

Sementara itu, model Kimi K2.6 dari Moonshot AI dan DeepSeek V4 Pro juga mencatat hasil yang hanya sedikit berada di bawah GPT-5.5 dan dinilai cukup layak digunakan untuk kebutuhan pekerjaan hukum.

DeepSeek Turunkan Harga

Pekan lalu, DeepSeek mengumumkan pemangkasan harga permanen untuk model unggulannya, V4 Pro. Langkah tersebut dilakukan sekitar satu bulan setelah perusahaan meluncurkan seri V4 yang juga mencakup versi ringan V4 Flash.

Setelah penyesuaian harga tersebut, lembaga pemeringkat Artificial Analysis menempatkan DeepSeek V4 Pro sebagai salah satu model AI terbaik di dunia berdasarkan rasio kemampuan terhadap biaya yang dikeluarkan.

Didorong oleh momentum bisnis tersebut, perusahaan yang berbasis di Hangzhou itu kini sedang menyelesaikan putaran pendanaan eksternal pertamanya.

Berdasarkan laporan South China Morning Post, DeepSeek telah mengamankan pendanaan lebih dari 50 miliar yuan atau sekitar US$7,4 miliar dengan valuasi mendekati US$60 miliar.

Sejumlah investor besar, termasuk Tencent Holdings dan Contemporary Amperex Technology Limited (CATL), dilaporkan berkomitmen menyumbang sekitar 30 miliar yuan dalam putaran pendanaan tersebut. (ARF)