AMRT bagikan dividen senilai Rp1,7 triliun tahun buku 2025

Kamis, 04 Juni 2026

image

JAKARTA - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1,7 triliun untuk tahun buku 2025.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Kantor Pusat Alfamart, Tangerang, Kamis (4/6).

Corporate Secretary AMRT, Tomin Widian, menjelaskan bahwa setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp41,5 per saham.

“Nilai tersebut mencerminkan payout ratio sebesar 50% dari laba bersih tahun buku 2025, lebih tinggi dibandingkan rasio pembayaran dividen tahun sebelumnya sebesar 40%,” ujarnya dalam paparan publik di Alfa Tower, Tangerang, Kamis (4/6).

Sepanjang 2025, AMRT mencatatkan pendapatan sebesar Rp126,74 triliun, meningkat dibandingkan Rp118,23 triliun pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp3,41 triliun, tumbuh 8,25% dari Rp3,15 triliun pada 2024.

Pada perdagangan hari Kamis (4/6), harga saham AMRT turun 1,48% menjadi Rp1.330 per lembar. mengacu pada harga saham hari Kamis, dividen yield AMRT mencapai 3,1%.

Di sisi lain, Presiden Direktur AMRT, Anggara Hans Prawira, mengakui bahwa perseroan menghadapi tantangan ekonomi yang cukup kompleks sepanjang tahun lalu.

Tekanan inflasi dan melemahnya daya beli masyarakat membuat konsumen lebih selektif dalam berbelanja.

"Meski demikian, AMRT tetap mampu mencatatkan pertumbuhan karena mayoritas produk yang dijual merupakan kebutuhan pokok dengan tingkat permintaan yang relatif stabil," ujar Hans, dalam press release, Kamis (4/6).

Selain itu, strategi promosi yang tepat sasaran turut membantu menjaga loyalitas pelanggan. Kinerja perusahaan juga didukung oleh peningkatan transaksi melalui aplikasi Alfagift yang mengintegrasikan pengalaman belanja offline dan online.

Dari sisi ekspansi, AMRT menambah 1.159 gerai baru sepanjang 2025. Dengan penambahan tersebut, jumlah gerai Alfamart meningkat menjadi 24.434 unit dari sebelumnya 23.277 gerai pada 2024.

Pertumbuhan ini sejalan dengan kondisi ekonomi nasional yang tumbuh sekitar 5,11% pada 2025.

Memasuki 2026, perseroan tetap optimistis terhadap prospek industri ritel. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,33% hingga 5,4%.

Untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan, AMRT akan terus memperkuat segmen digital dan jaringan logistik.

Perseroan juga berkomitmen menjalankan berbagai inisiatif ramah lingkungan, antara lain melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di gudang utama, penggunaan lampu LED hemat energi, serta pemanfaatan motor listrik untuk distribusi barang. (DK)