Percepat kembangkan mobil listrik, Tata India gandeng Chery
Jumat, 05 Juni 2026
NEW DELHI - Tata Motors akan menggunakan platform otomotif milik Chery untuk memproduksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) secara lokal di bawah merek premium Avinya.
Langkah ini menegaskan ketergantungan India terhadap teknologi China setelah rencana awal perusahaan bersama Jaguar Land Rover (JLR) dibatalkan.
Dikutip dari Reuters, Tata Motors akan memanfaatkan platform milik Chery untuk meluncurkan lini EV Avinya.
Produsen kendaraan listrik terbesar di India tersebut berupaya mengembalikan program yang sempat mengalami penundaan panjang ke jalur yang diharapkan sekaligus mempertahankan posisi dominannya di pasar EV domestik.
Dalam pernyataannya kepada Reuters, Tata menyebut akan memanfaatkan platform Freelander yang dikembangkan melalui perusahaan patungan antara Chery dan Jaguar Land Rover di China.
Kendaraan tersebut nantinya akan diproduksi di fasilitas manufaktur baru Tata di Tamil Nadu, India selatan.
Meskipun produsen otomotif China masih relatif tertutup dari pasar otomotif India yang merupakan terbesar ketiga di dunia, teknologi mereka secara perlahan menjadi semakin sulit dihindari.
Produsen lokal mulai mengandalkan kapabilitas teknologi China untuk menjaga daya saing dalam perlombaan global kendaraan listrik.
Menurut dua sumber yang mengetahui rencana tersebut, model Avinya pertama yang menggunakan platform Chery dijadwalkan meluncur pada 2027.
Kendaraan akan dikirim dari China dalam bentuk completely knocked down (CKD) kit untuk kemudian dirakit di India. Pada saat yang sama, upaya peningkatan kandungan lokal melalui pengadaan komponen domestik juga telah dimulai.
Model EV kedua dijadwalkan meluncur pada 2029. Selain itu, terdapat potensi pengembangan dua model tambahan di masa mendatang, termasuk salah satunya yang saat ini masih dalam tahap perencanaan, menurut salah satu sumber. (ARF)