Ekspansi gerai, AMRT alokasikan belanja modal Rp500 miliar pada 2026
Jumat, 05 Juni 2026
TANGERANG - Di tengah dinamika industri ritel, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola jaringan Alfamart, melanjutkan strategi ekspansi pada 2026.Perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp500 miliar yang difokuskan untuk pembukaan toko baru milik perusahaan.Corporate Secretary AMRT, Tomin Widian, mengungkapkan bahwa sumber pendanaan ekspansi tersebut akan berasal dari kas internal perseroan."Sumbernya kami akan usahakan pakai internal funding. Seperti beberapa tahun terakhir, ekspansi masih dapat dibiayai dengan internal cash flow kita," ujarnya dalam paparan publik di Alfa Tower, Tangerang, Kamis (4/6).Tomin menjelaskan, Alfamart menargetkan pembukaan 800 toko baru sepanjang 2026.Dari jumlah tersebut, sekitar 500 toko akan dimiliki langsung oleh perusahaan, sedangkan 300 toko lainnya akan dikembangkan melalui skema waralaba (franchise).Lebih dari 50% pembukaan toko baru tersebut akan difokuskan ke luar Pulau Jawa.Menurut Tomin, dalam lima tahun terakhir telah terjadi pergeseran pertumbuhan pasar ritel modern dari wilayah Jabodetabek ke berbagai daerah di luar Jawa yang tingkat penetrasi ritelnya masih relatif rendah."Kalau kita lihat lima tahun terakhir memang terjadi pergeseran. Dari Pulau Jawa, khususnya Jabodetabek, bergeser ke luar pulau karena peluang dan penetrasi toko modern di sana masih lebih rendah dibandingkan Pulau Jawa," katanya.Pada tiga bulan pertama 2026, Grup Alfamart telah menambah 211 gerai baru. Perseroan optimistis jumlah pembukaan toko sepanjang tahun ini dapat melampaui capaian tahun sebelumnya.Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 Grup Alfamart yang mencakup Alfamart, Alfamidi, dan Dan+Dan membuka sebanyak 1.157 toko baru.
Sebagai informasi, AMRT menyepakati pembagian dividen tunai senilai Rp1,7 triliun atau setara Rp41,5 per lembar.
Rasio pembayaran dividen (payout ratio) mencapai 50% dari laba bersih tahun buku 2025. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 40%. (DK)