Kisah Xu Gaoming mantan pegawai perikanan jadi miliarder emas

Jumat, 05 Desember 2025

image

JAKARTA - Transformasi dramatis dari seorang pegawai negeri sipil di biro perikanan menjadi salah satu orang terkaya di China kini menjadi sorotan dunia bisnis.

Xu Gaoming, pendiri jaringan perhiasan mewah Laopu Gold, berhasil mengumpulkan kekayaan bersih sebesar US$11 miliar (sekitar Rp 176 triliun), menempatkannya di peringkat ke-35 dalam daftar orang terkaya di China versi Forbes.

Kesuksesan ini didorong oleh kinerja saham perusahaannya yang fenomenal di Bursa Efek Hong Kong, di mana merek yang dijuluki sebagai "Hermès-nya Emas" ini mencatatkan lonjakan valuasi yang luar biasa sejak penawaran umum perdananya (IPO) tahun lalu.

Seperti dilansir dari vnexpress.net (2/12), kekayaan Xu meroket seiring dengan reli harga saham Laopu Gold. Sejak debut di harga HK$ 40,50 per saham, nilai saham perusahaan sempat menyentuh level tertinggi HK$ 1.108 pada bulan Juli.

Kinerja fundamental perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan eksplosif; pada paruh pertama tahun 2025, Laopu Gold melaporkan pendapatan sebesar 12,35 miliar yuan (US$ 1,74 miliar), melonjak 251 persen secara tahunan (year-on-year).

Laba bersih perusahaan bahkan tumbuh lebih agresif sebesar 285,8 persen menjadi 2,26 miliar yuan, dengan rata-rata penjualan per toko mencapai 459 juta yuan.

Strategi bisnis Xu dinilai unik karena berani melawan arus pasar perhiasan emas tradisional China. Berbeda dengan pesaing massal seperti Chow Tai Fook yang menetapkan harga berdasarkan berat emas dan harga spot, Laopu Gold menerapkan harga tetap (fixed pricing) yang premium, berkisar antara 10.000 hingga 50.000 yuan per buah.

Merek ini mengkapitalisasi tren Guochao atau "gelombang nasional", yang mengacu pada preferensi konsumen China terhadap produk lokal yang menonjolkan elemen warisan budaya dan keahlian tradisional (craftsmanship), namun dengan sentuhan desain modern.

Eksklusivitas juga menjadi kunci; Laopu hanya mengoperasikan sekitar 40 butik di lokasi-lokasi elit yang bersebelahan dengan merek mewah global seperti Cartier dan Louis Vuitton, alih-alih membuka ribuan cabang.

Daya tarik Laopu Gold bahkan menarik perhatian Bernard Arnault, Chairman raksasa mewah LVMH, yang dilaporkan mengunjungi butik Laopu di Shanghai pada September lalu dan memuji koleksinya. Namun, perjalanan bisnis Xu bukan tanpa tantangan.

Saham perusahaan sempat terkoreksi 35 persen dari puncaknya pada Oktober akibat kenaikan harga produk yang agresif dan munculnya pesaing yang menawarkan desain serupa dengan harga lebih murah.

Meskipun demikian, para analis menilai Laopu Gold masih memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang sebagai penantang serius di segmen luks global, asalkan mampu mempertahankan kualitas desain dan narasi mereknya di tengah fluktuasi harga emas dunia. (SF)